Chief Executive Officer (CEO) Volkswagen AG, Oliver Blume, mengumumkan rencana pemangkasan hingga 50.000 karyawan di seluruh dunia.
Langkah ini merupakan bagian dari restrukturisasi besar-besaran untuk menekan biaya di produsen mobil terbesar Eropa tersebut.
>>> Suami Celine Evangelista Jadi Sorotan Usai Viral Gosip Simpanan Pejabat
Blume menyebut biaya operasional Volkswagen sekitar 20% lebih tinggi dibandingkan pesaing.
Untuk menyamai tingkat efisiensi, perusahaan secara teori perlu memangkas sekitar 50.000 posisi, di luar pengurangan tenaga kerja serupa yang sudah berjalan sejak 2024.
Alasan di Balik Pemangkasan
"Jumlah karyawan Grup terus bertambah selama beberapa dekade hingga mencapai tingkat yang tidak lagi berkelanjutan saat ini," kata Blume dalam wawancara di intranet Volkswagen, dikutip Bloomberg News.
>>> Dream To You Tayang Jam Berapa Hari Ini 13 Juli 2026? Cek Jadwal, Episode, dan Link Nonton
Ia menambahkan bahwa perubahan pasar dan faktor di luar kendali perusahaan berdampak hingga puluhan miliar euro.
Volkswagen menghadapi tekanan setelah prospek bisnis memburuk, mendorong perusahaan kembali mempertimbangkan langkah efisiensi.
Rencana Blume termasuk menggandakan target awal pemangkasan 50.000 tenaga kerja dan kemungkinan penutupan empat pabrik di Jerman.
>>> Mantan PM Spanyol Dikecam karena Komentar Rasis soal Timnas Prancis
Namun, rencana tersebut mendapat penolakan dari serikat pekerja dan belum memperoleh persetujuan awal dari dewan perusahaan.
