PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) membidik produksi emas sebesar 16 ton dan konsentrat tembaga sebanyak 162.000 ton sepanjang tahun 2026.
Target tersebut disampaikan Presiden Direktur AMNT Rachmat Makkasau dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR, Selasa (14/7/2026).
Rachmat menjelaskan bahwa target produksi itu sejalan dengan pemulihan operasional fasilitas pemurnian (smelter) di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, yang kini mulai berjalan optimal.
Selain komoditas utama, proses pemurnian AMNT juga menghasilkan sejumlah produk sampingan dalam volume besar.
Target produksi untuk produk sampingan meliputi 45 ton perak, 91 ton selenium, dan 1,96 ton telurium.
Sementara itu, produksi asam sulfat diperkirakan mencapai sekitar 572.000 ton pada tahun ini.