Film terbaru Stephen Chow, Kung Fu Soccer, menuai ulasan yang kontras di kalangan penonton awal.
Film yang tayang perdana pada 11 Juli di China ini mendapat pujian karena nostalgia, namun tak sedikit yang kecewa.
>>> 5 Rekomendasi Drama China Baru Tayang Paruh Kedua 2026 di WeTV
Perbedaan penilaian ini muncul meski Kung Fu Soccer sukses secara komersial.
Film ini meraup lebih dari 455 yuan atau sekitar Rp1,2 triliun dalam dua hari pertama penayangannya di China.
Rating Awal dan Kritik
Global Times melaporkan bahwa rating awal film ini di Douban berada di angka 6,6 dari 10.
Angka moderat ini mencerminkan perdebatan sengit mengenai kualitas cerita, humor, dan teknis produksi.
Penonton yang kecewa menilai film yang dibintangi Zhang Xiaofei, Dilraba, dan Lay Zhang ini terlalu mendaur ulang formula Shaolin Soccer.
Alurnya dianggap repetitif dan efek visualnya ketinggalan zaman.
Seorang penonton, Lin Xiao, mengaku tidak puas karena visual mengecewakan, cerita berantakan, dan ia hampir tidak tertawa sepanjang film.
Kritik terhadap visual ini ironis karena laporan ThePaper.
cn menyebut film ini menggunakan lebih dari 1.200 bidikan efek visual dan teknologi mutakhir seperti motion-capture dan AI-rendering.
>>> Baterai iPhone Gampang Drop? HP Motorola dan Samsung Ternyata Punya Battery Health Lebih Awet
Namun, bagi sebagian penonton, teknologi tersebut gagal memberikan sentuhan magis yang orisinal.
Pujian dan Nostalgia
Di sisi lain, penonton yang menyukai film ini memuji keberanian Stephen Chow menggeser fokus narasi.
Kung Fu Soccer dianggap segar karena mengangkat tema solidaritas dan pertumbuhan karakter perempuan di lapangan hijau.
Penggemar setia juga menyambut humor absurd dan aksi teatrikal khas Chow yang membangkitkan memori masa muda. Beberapa bahkan menyatakan akan kembali membeli tiket untuk memberikan dukungan moral.
