Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengatakan dalam wawancara dengan televisi pemerintah bahwa jika AS mengira dengan memperketat tindakan, aksi militer, dan blokade ekonomi akan membuat Iran kembali ke perundingan, maka AS salah.
Blokade laut terhadap kapal yang menuju dan dari pelabuhan serta wilayah pesisir Iran mulai berlaku kembali pada pukul 20.00 GMT, setelah sempat dicabut pada Juni.
Trump mengatakan selat itu terbuka untuk semua lalu lintas kapal kecuali Iran.
Militer AS menyatakan saat ini terdapat lebih dari 20 kapal perang Angkatan Laut AS dan ratusan pesawat militer yang beroperasi di seluruh kawasan.
>>> Inflasi AS Turun untuk Pertama Kali dalam Enam Tahun
Pada awal konflik, Trump mengatakan AS akan menguasai jalur air tersebut, namun tujuan itu belum tercapai.
Sebelum perang, Iran tidak pernah menegaskan wewenang untuk mengendalikan selat.
Konflik ini tidak populer di AS, di mana harga bensin naik dan pemilihan kongres akan digelar pada November.
Harga minyak mentah acuan Brent naik 15 persen dalam tujuh hari terakhir menjadi 85 dolar AS per barel, tertinggi sejak pertengahan Juni.
Perang telah menewaskan ribuan orang, terutama di Iran dan Lebanon, sejak dimulai pada Februari dengan serangan gabungan AS-Israel ke Iran.
Konflik meluas ke negara-negara Teluk lainnya saat Iran melakukan pembalasan.
Meskipun ekonomi global sebagian besar mampu bertahan dari guncangan energi, IMF memperingatkan bulan lalu bahwa perpanjangan perang hingga pertengahan Juli membawa risiko besar.
Setengah dari responden dalam jajak pendapat Reuters mengatakan perang tidak sebanding dengan biayanya.
Iran pada Selasa mengatakan menyerang pangkalan militer AS di Yordania dengan rudal balistik, sementara Bahrain yang menjadi markas pangkalan angkatan laut AS melaporkan menggagalkan serangan udara Iran.
