Korea Selatan mencatat lonjakan partisipasi budaya sebesar 71,1% setelah perluasan program Culture Day nasional. Inisiatif ini menawarkan diskon mingguan dan jam operasional museum yang lebih panjang.
Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata merilis survei terhadap 1.000 peserta aktif pada Rabu lalu. Hasilnya menunjukkan bahwa program tersebut berhasil mengatasi hambatan biaya, waktu, dan jarak geografis.
>>> Museum Nasional Korea Catat Rekor Pengunjung Semester Pertama
Hampir 90% responden menyatakan kepuasan tinggi terhadap program ini. Lebih dari 91% mengatakan akan merekomendasikannya kepada orang lain.
Permintaan Seni Baru
Temuan paling mencolok adalah bahwa 60,3% responden melaporkan peningkatan bersih dalam konsumsi budaya tahunan mereka.
Artinya, kebijakan ini tidak sekadar menggeser rutinitas akhir pekan ke hari kerja, melainkan membuka permintaan seni yang sepenuhnya baru.
Faktor pendorong utama kepuasan adalah diskon finansial (27,8%), diikuti oleh kualitas pameran yang tinggi (22,0%) dan acara publik gratis (21,9%).
>>> Museum Bawah Tanah di Seoul Pamerkan Reruntuhan Asli Era Joseon
Sebanyak 83,4% peserta mengatakan program ini meringankan beban keuangan mereka.
Sementara itu, 79,5% mengaku terbantu dalam meluangkan waktu, dan 70,9% menemukan acara lebih dekat dengan tempat tinggal.
Kebijakan ini juga menunjukkan jangkauan egaliter yang langka. Skor kepuasan konsisten di berbagai kelompok demografis, tanpa kesenjangan signifikan antara pekerja kantoran dan mahasiswa.
Dirjen Kebijakan Budaya Daerah Kementerian, Kim Yong-seop, mengatakan data tersebut memvalidasi dampak struktural dari perluasan kebijakan budaya.
>>> Gelombang Turis China Picu Perdebatan Soal Mengemudi di Jeju
Pemerintah berkomitmen untuk terus menyempurnakan kerangka ini agar kehidupan budaya yang kaya menjadi kenyataan sehari-hari bagi setiap warga.
