Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan megaproyek LNG Abadi Masela memberikan manfaat fiskal langsung ke negara senilai US$37,85 miliar.
Angka tersebut setara dengan Rp680,58 triliun berdasarkan kurs saat ini dan dihitung sepanjang periode kontrak bagi hasil produksi Inpex Corp.
>>> Kejagung Terbitkan Tiga Sprindik Baru, Status Febrie Adriansyah Tetap Tersangka
di Blok Masela hingga 2055.
Bahlil menyampaikan kontribusi pajak tidak langsung mencapai US$6,43 miliar atau sekitar Rp115,60 triliun selama masa konstruksi dan operasi di Lapangan Abadi Masela.
>>> Final Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina Siap Adu Kekuatan
Hal itu disampaikan Bahlil dalam groundbreaking proyek hulu migas tersebut di Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7/2026).
Proyek LNG Abadi Masela juga akan menyerap sekitar 12.000 tenaga kerja langsung pada puncak fase konstruksi.
>>> Harga Saham SpaceX Anjlok di Bawah Harga IPO, Uji Kepercayaan Pasar
"Kalau tenaga kerja tidak langsung itu bisa kali tiga [jumlah serapannya] pada masa konstruksi, dan sekitar 800—1.000 tenaga kerja pada saat operasi," kata Bahlil.
