Busan menyulap ajang warisan dunia terbesar menjadi etalase kerajinan dan mode Korea.
Dua pameran dibuka pada Kamis (17/7) untuk menyambut delegasi dan pengunjung Sidang Komite Warisan Dunia UNESCO ke-48.
>>> Seoul Buka Arsip 30 Tahun Transformasi Urban
Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan menggelar pameran kerajinan bertajuk "Invitation to Korean Craft" dari 17 Juli hingga 30 Juli.
Selain itu, ada pula Hanbok Fair yang berlangsung hingga 23 Juli di Shinsegae Centum City, Busan.
Acara ini diselenggarakan bersama Korea Craft and Design Foundation. Tujuannya memperkenalkan keindahan kerajinan Korea, hanbok, dan budaya sehari-hari kepada pengunjung domestik dan mancanegara selama sidang UNESCO.
Pameran Kerajinan Tampilkan 149 Karya
Pameran kerajinan menampilkan 149 karya dari 29 seniman. Karya tersebut meliputi keramik, tekstil, kaca, hanji (kertas tradisional Korea), dan lak.
Pameran dibagi menjadi dua bagian.
Bagian pertama menyajikan estetika tradisional Korea, sementara bagian kedua menampilkan karya kontemporer yang mengintegrasikan benda buatan tangan ke dalam kehidupan sehari-hari.
Seniman yang berpartisipasi antara lain Lee Jeong-hoon yang menginterpretasi ulang arsitektur tradisional Korea melalui kursi pahatan.
Ada pula Kwon Jung-mo dengan lampu hanji yang terinspirasi kisi-kisi rumah tradisional Korea.
>>> Han Kang: Insiden Paichai High School Perlu Renungan Lebih Dalam
Yoon Sang-hyun menghadirkan reinterpretasi keanggunan porselen putih Joseon. Sementara Kim Hyun-joo memadukan logam dengan mutiara dalam karyanya.
Tersedia pula pasar pop-up yang memungkinkan pengunjung melihat dan membeli karya seniman dari wilayah Busan dan Gyeongsang.
Produk dari platform Craft Garden dan program K-Ribbon juga dijual di sana.
Tur berpemandu dalam bahasa Korea dan Inggris disediakan. Program yang menggabungkan budaya teh tradisional dengan pengalaman kerajinan juga ditawarkan selama pameran.
