Peraih Nobel Sastra Han Kang angkat bicara mengenai kontroversi yang melibatkan tim bisbol Paichai High School. Ia menilai insiden itu tidak boleh dilupakan begitu saja.
Han Kang menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Festival Avignon ke-80 di Prancis, Rabu (16/7) waktu setempat.
>>> Kementerian Kebudayaan Korea Hadirkan Tokoh Seni dan Sastra Global
Ia bertemu dengan wartawan Korea dan ditanya soal kritik bahwa respons masyarakat Korea terhadap kontroversi ini berlebihan.
"Saya pikir kita perlu berpikir lebih dalam tentang masalah ini," kata Han Kang. Ia menambahkan bahwa para guru yang dikenalnya juga bergulat dengan pertanyaan sulit akibat insiden tersebut.
"Mereka bertanya pada diri sendiri, 'Apa yang bisa kami lakukan?' dan 'Bagaimana kami sebagai generasi tua gagal sampai hal ini terjadi?'
," ujarnya.
Kontroversi bermula saat beberapa anggota tim bisbol Paichai High School meneriakkan yel-yel seperti "Ayo ke Starbucks" dan "Hari Tank" dalam pertandingan melawan Gwangju Jeil High School pada 29 Juni.
Yel-yel itu dikritik karena merujuk pada promosi Starbucks yang dituduh mengejek Pemberontakan Gwangju 18 Mei.
Akibatnya, para pemain mendapat sanksi larangan bertanding di turnamen nasional selama enam bulan.
Han Kang mengatakan insiden itu seharusnya menjadi kesempatan untuk refleksi yang lebih luas, bukan sekadar dilupakan setelah reaksi awal publik.
>>> Han Kang: Kebencian Adalah Tantangan yang Harus Diatasi
"Ketika peristiwa penting seperti ini terjadi, kita tidak boleh membiarkannya berlalu begitu saja dalam keterkejutan," katanya.
"Jika peristiwa ini mengirimkan sinyal kepada kita, kita perlu mengenali masalah yang muncul dan berpikir bersama tentang bagaimana melangkah ke depan."
Han Kang juga menyoroti meningkatnya kebencian dan intoleransi di dunia. "Menemukan cara untuk mengatasi kebencian adalah salah satu tugas penting yang kita hadapi," ujarnya.
