Peraih Nobel Sastra Han Kang menyerukan perlunya mengatasi kebencian yang semakin dalam di Korea dan dunia. Ia menyebutnya sebagai tantangan yang harus dihadapi bersama.
Pernyataan itu disampaikan Han dalam pertemuan dengan wartawan Korea di sela-sela Festival Avignon, Prancis, Rabu (16/7).
>>> Tips Mengontrol Gula Darah saat Cuaca Panas Ekstrem
Festival ini merupakan salah satu festival seni pertunjukan paling bergengsi di dunia.
Korea diundang sebagai bahasa resmi dalam festival tersebut untuk memperingati 140 tahun hubungan diplomatik Korea-Prancis.
"Bagaimana kita bisa mengatasi masalah kebencian adalah tantangan penting bagi kita," kata Han.
"Kita berada di masa di mana kita harus berpikir bersama untuk mengubah arah dan melangkah ke arah lain."
Dalam konteks itu, Han menyoroti kontroversi baru-baru ini yang melibatkan tim bisbol sekolah menengah di Seoul.
Tim Pai Chai High School mendapat sanksi larangan bertanding enam bulan karena mencemooh lawan.
Para pemain meneriakkan slogan seperti "Ayo pergi ke Starbucks!" dan "Hari Tank!"
kepada lawan dari Gwangju Jeil High School pada pertandingan akhir Juni lalu.
Teriakan itu dikaitkan dengan promosi kontroversial Starbucks Korea pada 18 Mei, yang bertepatan dengan peringatan pemberontakan pro-demokrasi Gwangju 1980.
Promosi tersebut menuai kritik keras karena dianggap mengejek gerakan tersebut.
"Ketika insiden signifikan seperti ini terjadi, kita tidak boleh membiarkannya berlalu begitu saja di tengah keterkejutan," ujar Han.
>>> Busan Gelar Festival Film untuk Awali Kampanye Wisata Malam 10 Kota
"Jika peristiwa ini mengirimkan sinyal kepada kita, kita perlu mengenali masalah yang dimunculkannya."
Han juga menekankan pentingnya menjadikan peristiwa semacam itu sebagai momen refleksi sosial, bukan larut dalam setiap kasus.
