Momen peluncuran ini disebut sengaja dipilih untuk mendahului rilis ponsel lipat tiga dari kompetitor lain.
Beberapa sumber teknologi juga menyebut bahwa Huawei tengah menyiapkan Mate X9, ponsel lipat model buku, untuk diluncurkan pada periode yang sama.
Strategi rilis ganda ini menunjukkan agresivitas Huawei dalam memperluas lini foldable premium mereka.
Cara Membedakan Paten Resmi dan Bocoran Render
Membedakan dokumen paten asli dengan render bocoran biasanya bisa dilakukan lewat beberapa langkah berikut.
Periksa sumber gambar, apakah berasal dari kantor paten resmi seperti CNIPA.
Perhatikan detail teknis gambar, paten resmi biasanya memuat nomor pengajuan dan tanggal filing.
Bandingkan dengan bocoran sebelumnya dari tipster terpercaya seperti Digital Chat Station.
Cek konsistensi desain dengan tren produk Huawei yang sudah dirilis.
Tunggu konfirmasi dari media teknologi besar sebelum menganggapnya akurat.
Paten yang beredar untuk Mate XT 2 sendiri diketahui berasal dari pengajuan tahun 2023.
Artinya, sebagian detail bisa saja sudah berubah mengikuti perkembangan riset Huawei terbaru.
Estimasi Harga Huawei Mate XT 2
Estimasi harga Huawei Mate XT 2 disebut berada di kisaran 20.000 yuan, setara sekitar Rp44 jutaan sebelum pajak dan biaya impor.
Angka ini menempatkan Mate XT 2 sebagai salah satu ponsel pintar termahal di lini produk Huawei saat ini.
Harga tinggi ini wajar mengingat kompleksitas mekanisme tiga lipatan serta penggunaan tiga panel OLED fleksibel sekaligus.
Sebagai perbandingan, Mate XT generasi pertama sudah dibanderol setara lebih dari Rp50 juta di beberapa pasar internasional saat awal peluncuran.
Dampak Paten Ini bagi Persaingan Ponsel Lipat
Kemunculan paten Mate XT 2 mempertegas posisi Huawei sebagai pelopor kategori tri-fold, bahkan sebelum Samsung maupun Apple merilis produk sejenis.
Perubahan ke sistem U-shape juga berpotensi menjadi standar baru yang ditiru pabrikan lain demi mengatasi masalah durabilitas layar lipat.
Bagi konsumen, persaingan ini membuka peluang harga lebih kompetitif dan inovasi lebih cepat di segmen ponsel lipat premium.
Tren ini juga mendorong produsen komponen layar fleksibel untuk mempercepat riset ketahanan panel OLED.
Ke depan, arah pengembangan tri-fold kemungkinan besar akan lebih fokus pada ketahanan hinge dan bobot perangkat yang lebih ringan.
>>> Pakar: Lonjakan Penjualan BEV Belum Tanda Pasar Matang
Huawei sendiri disebut sedang menyiapkan konsep tri-fold vertikal lain di luar Mate XT 2, menandakan eksplorasi format lipatan belum berhenti di satu desain saja.
