Pakar otomotif mengingatkan bahwa pertumbuhan penjualan mobil listrik baterai (BEV) pada semester I-2026 belum bisa dijadikan indikator pasar kendaraan listrik yang matang.
Yannes Martinus Pasaribu, pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), menilai tantangan utama adopsi kendaraan listrik kini bukan lagi pada penjualan, melainkan kesiapan ekosistem pendukung.
"Tantangan terbesar justru berada pada ekosistemnya, yakni nilai jual kembali yang masih belum stabil, pasar kendaraan listrik bekas yang belum terbentuk kuat, hingga kekhawatiran terhadap kondisi baterai setelah masa garansi," kata Yannes kepada Bloomberg Technoz, Jumat (17/7/2026).
Ia juga menyoroti ketergantungan mobil BEV pada pengisian daya di rumah (home charging) dan infrastruktur SPKLU serta SPBKLU yang belum merata, terutama di luar kota besar.
Menurut Yannes, keberhasilan adopsi kendaraan listrik ke depan akan sangat bergantung pada konsistensi kebijakan pemerintah dalam mendukung industri tersebut.