unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Pakar Virus Ungkap Alasan Wabah Ebola di Kongo Sulit Disetop
News

Pakar Virus Ungkap Alasan Wabah Ebola di Kongo Sulit Disetop

Petugas mengenakan alat pelindung diri saat mengubur pasien Ebola di Kongo
Pakar Virus Ungkap Alasan Wabah Ebola di Kongo Sulit Disetop
A A Ukuran Teks16px

Ahli virologi Corri Levine mengungkapkan alasan mengapa wabah Ebola varian Bundibugyo di Kongo sulit dihentikan.

Varian ini memiliki kemampuan replikasi yang lebih lambat dibandingkan varian Zaire yang memicu epidemi besar di Afrika Barat satu dekade lalu.

Menurut Levine, replikasi yang lambat justru membuat varian Bundibugyo lebih berbahaya dalam penyebarannya.

Orang yang terpapar mengalami gejala yang memburuk secara perlahan, sehingga mereka masih bisa beraktivitas dan menularkan virus secara terus-menerus.

Beberapa dokter menyebut wabah varian Bundibugyo di Kongo saat ini dengan istilah "Ebola yang berjalan". Istilah ini merujuk pada kondisi penderita yang tetap bisa bergerak meskipun sudah terinfeksi.

Penelitian Doktoral Levine

Levine telah mendedikasikan penelitian doktoralnya pada varian Bundibugyo bertahun-tahun sebelum virus tersebut memicu wabah dengan laju penyebaran tercepat dalam sejarah di Kongo.

Ia mempelajari virus tersebut di laboratorium biokandungan University of Texas Medical Branch.

"Ebola yang 'berjalan' adalah momen 'aha' bagi saya," kata Levine.

"Jika virus itu berkembang biak lebih lambat di dalam tubuh seseorang, Anda mungkin mulai mengalami beberapa gejala, tetapi tidak cukup parah hingga membuat Anda merasa sangat tidak enak badan sehingga tidak bisa bergerak.

Ini adalah perjalanan penyakit yang lebih panjang dan berkepanjangan."

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru