Pada hari pertandingan di Korea, suporter sepak bola biasanya menjalani rutinitas yang kaku: naik bus pagi, bersorak selama 90 menit di stadion luar kota, lalu langsung pulang ke kawasan ibu kota.
Kini, pejabat pariwisata bertaruh bahwa para penggemar setia itu bisa dibujuk untuk tinggal lebih lama, mengubah perjalanan tandang menjadi liburan akhir pekan.
>>> Kedutaan Besar Polandia Dukung Retrospective Kieslowski di Seoul
Korea Tourism Organization (KTO) pada Selasa mengumumkan perluasan inisiatif "K-League Trip Day" untuk paruh kedua musim 2026.
Bermitra dengan K League, program ini mengemas tiket pertandingan dengan rencana perjalanan yang dikurasi, tur kuliner lokal, dan menginap di kota-kota di luar area Seoul Raya.
Keputusan memperluas inisiatif ini menyusul keberhasilan program percontohan pada Mei lalu.
Sekitar 150 suporter FC Seoul dan Incheon United naik kereta khusus ke Daejeon.
Selain menonton pertandingan, mereka mengikuti tur makanan lokal, termasuk jalur toko roti terkenal Daejeon yang disebut "ziarah roti".
Paket Perjalanan Setiap Pekan
Mulai Sabtu, saat Busan IPark menjamu Suwon Samsung Bluewings di laga divisi dua, KTO akan menawarkan paket perjalanan mingguan untuk pertandingan K League 1 dan K League 2.
Program ini merekrut hingga 100 peserta per pertandingan, baik untuk perjalanan satu hari maupun akhir pekan dua hari.
>>> Malaysia Targetkan 600.000 Wisatawan Korea per Tahun dengan 'Surreal Experiences'
Rencana perjalanan disesuaikan untuk menonjolkan atraksi regional di sekitar klub tuan rumah. Misalnya, paket untuk pertandingan Pohang Steelers mencakup tur Arboretum Gyeongsangbuk-do.
Sementara itu, paket untuk Jeonbuk Hyundai Motors di Jeonju menampilkan kunjungan ke Wansan Bunker, bekas tempat perlindungan bom yang diubah menjadi ruang seni publik.
