Arab Saudi mengekspor minyak mentah dalam volume yang memecahkan rekor dari terminal-terminal di Laut Merah beberapa hari dan minggu sebelum Houthi mengumumkan akan memblokir pengiriman minyak negara tersebut.
Kemampuan kerajaan untuk mengalihkan aliran minyak dari Teluk Persia ke pantai baratnya dan kemudian ke pasar internasional menjadi kunci dalam menenangkan harga minyak mentah selama perang Iran.
>>> Calon Suami Jesslyn Wijaya Kerja Apa? Ini Sosok Evan yang Ikut Kawal Dugaan Penculikan Atlet Golf
Namun, strategi itu kini terancam setelah Houthi yang berbasis di Yaman mengumumkan blokade.
>>> DPO Pengedar Obat Keras Lintas Provinsi Ditangkap di Serang, Polisi Sita 5.410 Butir
Blokade tersebut, jika berhasil ditegakkan, dapat menambah kenaikan harga minyak berjangka, yang diperdagangkan US$92 per barel pada Rabu.
>>> Kurangi Ketergantungan Dolar, RI Targetkan Pendanaan US$1 Miliar dari China
Menurut data pelacakan kapal tanker yang dihimpun Bloomberg, Arab Saudi mengekspor minyak mentah sebanyak 5,9 juta barel per hari—angka yang belum pernah terjadi sebelumnya—dari dua terminalnya di Pelabuhan Yanbu pada pekan hingga 17 Juli.
