unique visitors counter
⌂ Beranda News Kurangi Ketergantungan Dolar, RI Targetkan Pendanaan US$1 Miliar dari China
News

Kurangi Ketergantungan Dolar, RI Targetkan Pendanaan US$1 Miliar dari China

Ilustrasi obligasi Panda Bond Indonesia China
Pemerintah Terbitkan Panda Bond Rp18,4 T, Oversubscribed 2,4 Kali
A A Ukuran Teks16px

Pemerintah Indonesia berencana menarik pendanaan senilai US$1 miliar dalam mata uang yuan China melalui penerbitan Panda Bond dengan tenor 3 dan 5 tahun.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya diversifikasi mata uang dan mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa China merupakan pasar yang cukup besar untuk surat utang, dan Panda Bond diperkirakan memiliki yield rendah sekitar 2,3% hingga 2,5%.

Indonesia telah memperoleh persetujuan untuk menerbitkan Panda Bond hingga CNY 30 miliar di pasar obligasi antar-bank China selama dua tahun ke depan.

Penerbitan dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 23 Juli 2026, sejalan dengan kebutuhan pembiayaan untuk menopang belanja pemerintah di tengah tekanan fiskal.

Selain itu, langkah ini juga merespons volatilitas rupiah dengan memperluas sumber pendanaan alternatif.

Strategi ini mengikuti tren di berbagai negara emerging market yang berusaha mengurangi ketergantungan pada dolar AS.

Data Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) dari Bank Indonesia menunjukkan posisi utang dalam yuan China meningkat menjadi US$17,59 miliar pada Mei 2026, naik US$238 juta dari bulan sebelumnya.

📰 Update Terbaru