"Dia dalam podcast, ketika papanya sudah enggak ada, dia pasti akan ada ego ya, 'Rumah itu dari hasil saya dan papa,' kan begitu-begitu.
Jadi ini kan menjadi pertanyaan," kata Minola di Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada Rabu (22/7).
"Kalau dia tidak mengeluarkan statement itu, maka tidak akan ada pertanyaan dari masyarakat dan juga dari teman-teman media.
>>> Matt Damon Digantikan Stunt Perempuan saat Lawan Raksasa di The Odyssey
Tapi ketika dia menyatakan sesuatu hal yang tidak dia lakukan, itu akan menjadi pertanyaan," lanjutnya.
"Oleh karena itu, kalau memang misalnya kebenaran tidak mau kita ungkapkan, jangan dong menyampaikan sesuatu yang tidak sesuai dengan fakta dan kebenaran," kata Minola.
Minola juga menjadi pihak yang menyebut bahwa Ruben mengambil utang di bank hingga Rp10 miliar demi memenuhi keinginan Sarwendah merenovasi rumah mereka.
Selain itu, mendiang ayah Sarwendah, Hendrik Lo, diminta menjadi kontraktor rumah itu.
"Ruben rutin mentransfer uang ke rekening ayah Sarwendah sebesar Rp250 juta sebanyak 46 kali transfer.
Total biaya yang dikeluarkan untuk kontraktor saja mencapai Rp11,1 miliar," kata Minola seperti diberitakan pada 21 Juli 2026.
Pengacara Sarwendah lainnya, Chris Sam Siwu, membantah anggapan bahwa uang Rp11,1 miliar yang sempat disinggung kubu Ruben Onsu hanya merupakan biaya jasa kontraktor.
"Bahwa pembayarannya sekian ke almarhum [Ayah Sarwendah] sekian, bahkan dipelintir lagi bahwa Rp11 miliar itu jasa kontraktor.
Padahal Rp11 miliar itu sebenarnya bukan cuma jasa, tapi material dan segala macam. Tapi dipelintir lagi," kata Chris Sam Siwu.
Sarwendah dan anak-anaknya sendiri telah pindah dari rumah mewah tersebut.
Langkah ini diakui Sarwendah sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih tenang bagi kedua anaknya di tengah polemik dengan Ruben Onsu.
Ruben pun enggan mengomentari keputusan Sarwendah meninggalkan rumah tersebut.
>>> Kubu Sarwendah Peringatkan Dampak ke Anak Jika Terus Dipojokkan
"Kayaknya bukan kapasitas saya untuk bicara hal itu ya," kata Ruben.
