Gelombang panas yang terus melanda berbagai kota di dunia mendorong para perencana kota mencari solusi pendinginan alami.
Sebuah studi terbaru dari Institut Sains Kehutanan Nasional Korea mengungkapkan bahwa hutan perkotaan dapat berfungsi sebagai pendingin udara alami yang efektif.
>>> Pameran Warisan Korea di Sidang UNESCO Busan Dikunjungi 70.000 Orang
Penelitian yang dirilis pada Senin lalu ini memantau suhu dan kelembaban di berbagai lingkungan perkotaan di Seoul.
Hasilnya, hutan kota mampu menurunkan suhu siang hari hingga 1,8 derajat Celcius dibandingkan kawasan pusat kota yang padat bangunan.
Hutan Berdaun Lebar Paling Efektif
Tidak semua ruang hijau memberikan efek pendinginan yang sama.
Para peneliti menemukan bahwa hutan berdaun lebar dan hutan campuran — yang terdiri dari pohon gugur dan konifer — memberikan pengurangan panas paling dramatis, yaitu 1,5 hingga 1,8 derajat Celcius.
Sementara itu, hutan konifer hanya mampu menurunkan suhu sekitar 1,2 derajat Celcius.
Para ilmuwan mengaitkan efek ini dengan dua proses ekologis utama: naungan kanopi yang lebat dan evapotranspirasi.
Pada musim panas, kanopi daun yang tebal membentuk perisai pelindung terhadap radiasi matahari langsung.
>>> K-Music Festival Kembali ke London dengan Edisi ke-13 yang Lebih Luas
Di saat yang sama, pohon melepaskan uap air ke atmosfer melalui daunnya, menarik panas laten dari udara sekitar dan menciptakan efek pendinginan lokal.
Manfaat Pendinginan Berlanjut di Malam Hari
Manfaat pendinginan tidak hilang saat matahari terbenam.
Studi ini menemukan bahwa hutan perkotaan mempertahankan suhu 1,3 hingga 1,6 derajat Celcius lebih rendah dibandingkan pusat kota yang padat pada malam hari.
Fenomena ini memberikan kelegaan penting dari malam tropis — periode di mana suhu malam hari tidak turun ke tingkat yang nyaman.
