Tidak seperti aspal dan beton yang menyimpan panas di siang hari dan memancarkannya setelah gelap, ekosistem hutan melepaskan lebih sedikit energi panas tersimpan, membantu mengatur iklim mikro kota sepanjang waktu.
Choi Su-min, peneliti di Pusat Penelitian Hutan Perkotaan institut tersebut, menekankan pentingnya hutan perkotaan sebagai infrastruktur hijau yang melindungi warga dari gelombang panas musim panas.
Ia mendorong perencana kota untuk secara aktif mengintegrasikan struktur vegetasi spesifik ini saat merancang taman dan zona hijau kota.
>>> Taman Air Seoul: Dari Tepi Sungai hingga Alun-Alun Kota
Seiring perubahan iklim yang meningkatkan frekuensi dan intensitas panas musim panas, studi ini menegaskan konsensus yang berkembang di kalangan perencana kota: investasi pada kanopi hutan yang beragam dan berlapis bukan lagi sekadar estetika, melainkan strategi kesehatan masyarakat yang esensial untuk menjaga kota tetap layak huni.
