QatarEnergy telah memperpanjang status force majeure atas ekspor gas alam cair (LNG) kepada pelanggan di Eropa dan Asia.
Langkah ini memperburuk prospek pasokan di kedua kawasan yang sedang berupaya mengisi kembali persediaan bahan bakar menjelang musim dingin.
Perusahaan yang merupakan salah satu eksportir LNG terbesar di dunia itu menunda pengiriman hingga akhir September.
Sebelumnya, penundaan dijadwalkan hanya hingga awal bulan ini, menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut.
Edison SpA dari Italia, salah satu pelanggan QatarEnergy, mengonfirmasi perpanjangan tersebut dalam pernyataan resmi. Perusahaan itu menambahkan bahwa tiga kargo LNG lainnya yang dijadwalkan akan terdampak.
Force majeure dinyatakan ketika situasi luar biasa seperti perang atau cuaca ekstrem menghalangi perusahaan memenuhi kewajiban kontrak.
QatarEnergy belum menanggapi permintaan komentar, sementara perwakilan Edison menolak memberikan keterangan lebih lanjut.
