Pemerintah Kota Seoul melaporkan bahwa jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke ibu kota Korea Selatan pada semester pertama tahun ini mencapai 8,23 juta orang.
Angka tersebut naik 21,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
>>> KTO Luncurkan Diskon Perjalanan Musim Panas untuk Liburan Domestik Terjangkau
Yang lebih mencolok, belanja menggunakan kartu kredit oleh turis asing melonjak 56,8 persen menjadi 5,62 triliun won atau sekitar 3,9 miliar dolar AS.
Baik jumlah kunjungan maupun nilai belanja mencatat rekor tertinggi sepanjang masa untuk semester pertama.
Pertumbuhan belanja yang jauh melampaui kenaikan jumlah pengunjung menunjukkan bahwa pariwisata Seoul tidak sekadar pulih, tetapi memasuki fase baru dengan durasi tinggal lebih lama dan konsumsi lebih tinggi.
Sektor Belanja Mendominasi
Sektor belanja menyumbang porsi terbesar pengeluaran wisatawan asing, yaitu 46,4 persen dari total belanja kartu kredit.
Disusul sektor medis dan kesehatan sebesar 24,4 persen.
>>> Program Jalan Santai 'Slow Morning' Seoul Kini Hadir di Jembatan Gwangjin
Belanja di pusat perbelanjaan besar di Seoul melonjak 73,2 persen, dari 706,3 miliar won menjadi 1,22 triliun won.
Sementara itu, pengeluaran untuk wisata medis meningkat 63,3 persen, dari 556,3 miliar won menjadi 908,4 miliar won.
Belanja di sektor kuliner dan produk kecantikan juga tumbuh, masing-masing 54,5 persen dan 40 persen.
Rencana Pengembangan Wisata Malam
Pemerintah Kota Seoul berencana memperluas konten wisata malam pada semester kedua tahun ini.
Tujuannya agar wisatawan asing dapat menikmati Seoul tidak hanya pada siang hari, tetapi juga malam hari.
>>> Sesi UNESCO di Busan Berakhir dengan Perluasan Tidal Flats dan 'Deklarasi Busan'
Langkah ini juga untuk merevitalisasi sektor kuliner, belanja, budaya, dan konten di sekitar objek wisata utama.
