Sesi ke-48 Komite Warisan Dunia UNESCO resmi berakhir pada Rabu (31/7) di Busan, Korea Selatan, setelah hampir dua pekan penuh diplomasi dan agenda budaya.
Pertemuan yang digelar di BEXCO sejak 19 Juli ini menjadi kali pertama Korea Selatan menjadi tuan rumah komite internasional tersebut.
>>> Sesi UNESCO di Korea Berakhir dengan Perluasan Tidal Flats dan 'Deklarasi Busan'
Sekitar 3.000 delegasi dari 196 negara anggota hadir secara langsung. Sementara itu, pameran publik "K-Heritage House" di BEXCO menarik lebih dari 120.000 pengunjung.
25 Situs Baru dan Perluasan Besar
Dari 33 agenda yang diajukan, komite mengadopsi 28 secara konsensus, termasuk 25 pencatatan baru, dua perluasan situs besar, dan satu modifikasi kriteria.
Situs baru yang menonjol antara lain kawasan Gunung Olympus di Yunani, Pantai Pendaratan Normandia 1944 di Prancis, ibu kota kuno Asuka dan Fujiwara di Jepang, serta Roças di São Tomé dan Príncipe.
Sesi ini mencatat sejarah dengan pencatatan pertama bagi Sudan Selatan, Komoro, dan São Tomé dan Príncipe dalam Daftar Warisan Dunia.
Tiga properti — Lanskap Migrasi Boma-Badingilo (Sudan Selatan), Sebastiya (Palestina), dan Kastil Gunung Amel (Lebanon) — dicatat melalui prosedur darurat dan langsung masuk dalam Daftar Warisan Dunia dalam Bahaya.
Perluasan Getbol Korea dan 'Deklarasi Busan'
Komite juga menyetujui dua perluasan besar: Perumahan Modernis Berlin di Jerman dan Fase 2 dari "Getbol, Korean Tidal Flats" (Dataran Pasang Surut Korea).
Perluasan Korea mencakup dataran lumpur pesisir di Yeosu, Goheung, dan Muan di Provinsi Jeolla Selatan, serta Seosan dan Provinsi Chungcheong Selatan, menciptakan kawasan lindung terpadu yang melindungi 216 spesies burung migran dan keanekaragaman hayati laut.
