unique visitors counter
⌂ Beranda News FIFA Dikecam Keras karena Rencana Jual Saham Kompetisi

FIFA Dikecam Keras karena Rencana Jual Saham Kompetisi

FIFA Dikecam Keras karena Rencana Jual Saham Kompetisi
Ilustrasi: FIFA Dikecam Keras karena Rencana Jual Saham Kompetisi
A A Ukuran Teks16px

Perdana Menteri Inggris Andy Burnham, penggemar sepak bola yang bersemangat, mengecam rencana itu. "Sepak bola bukan milik investor.

Itu milik orang-orang yang memenuhi tribun dan yang berdiri di pinggir lapangan minggu demi minggu, hujan atau cerah," tulisnya di media sosial.

Pada Juni, menjelang Piala Dunia, FIFA, yang menggabungkan pendapatan kompetisi ke dalam pendapatan sepanjang tahun, memperkirakan pendapatan rekor melebihi tujuh miliar euro (8 miliar dolar AS) untuk 2026.

Itu adalah Piala Dunia pertama dengan 48 tim dan ada pembicaraan untuk memperluasnya menjadi 64.

The Times mengutip seorang "tokoh sepak bola senior" yang tidak disebutkan namanya menyebut rencana itu "berpotensi lebih buruk daripada Liga Super Eropa," karena akan berdampak pada semua level sepak bola di seluruh dunia.

Pada 2019, komite pemangku kepentingan FIFA menolak rencana yang didukung Infantino untuk investasi swasta 25 miliar dolar AS di Piala Dunia Antarklub yang diperluas.

Pendukung yang dilaporkan termasuk SoftBank Jepang dan dana kekayaan berdaulat Arab Saudi. FIFA memang memperluas kompetisi itu dari tujuh tim menjadi 32 klub pada 2025.

The Times berspekulasi bahwa pembentukan FFE dapat berdampak pada Piala Dunia dan Piala Dunia Antarklub.

>>> S&P Peringatkan Risiko Mundurnya Gubernur BI terhadap Arah Moneter

"Ini dapat menyebabkan tekanan agar kedua acara diperluas lebih lanjut atau diadakan lebih sering dari yang sekarang setiap empat tahun sekali," tulisnya.

E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
📰 Update Terbaru
stikibot