unique visitors counter
⌂ Beranda News Prospek Ekspor Tekstil Membaik, LPEI Perkuat Dukungan Industri
News

Prospek Ekspor Tekstil Membaik, LPEI Perkuat Dukungan Industri

Ilustrasi industri tekstil Indonesia
Prospek Ekspor Tekstil Membaik, LPEI Perkuat Dukungan Industri
A A Ukuran Teks16px
IN ARTICLE 1

Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia dinilai masih memiliki prospek menjanjikan untuk memperbesar kontribusinya terhadap ekspor nasional.

Permintaan global mulai pulih dan kebutuhan pasar terhadap produk tekstil berkelanjutan meningkat. Pelaku industri pun memiliki peluang memperluas penetrasi di pasar internasional.

Namun, tantangan juga tidak ringan.

Persaingan dari China, India, dan Vietnam semakin ketat sehingga industri tekstil nasional dituntut meningkatkan efisiensi, memperkuat rantai pasok, serta mempercepat modernisasi fasilitas produksi.

Permintaan Global Mulai Pulih

Indonesia Eximbank Institute mencatat sepanjang 2025 permintaan global terhadap produk tekstil hulu mulai menunjukkan tren pemulihan.

Produk seperti benang, kain tenun, hingga kain rajut kembali mengalami peningkatan permintaan. Hal ini menjadi sinyal positif bagi industri tekstil Indonesia dalam meningkatkan ekspor.

Momentum tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam LPEI Export Forum (LEF) Bandung yang diselenggarakan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) pada akhir Juli 2026.

Forum bertema "Membangun Rantai Pasok Garmen yang Kompetitif dan Berkelanjutan untuk Pasar Global" ini mempertemukan pelaku industri, eksportir, pemasok, asosiasi, dan pemangku kepentingan lainnya.

Struktur Ekspor dan Tantangan

Direktur Pelaksana Bisnis I LPEI, Anton Herdianto, mengatakan struktur ekspor tekstil Indonesia saat ini masih didominasi produk finished fabric yang memberikan kontribusi sekitar 74 persen terhadap total ekspor TPT nasional.

Menurutnya, keberhasilan ekspor tidak hanya bergantung pada industri garmen sebagai sektor hilir, tetapi juga ditentukan oleh kesiapan seluruh mata rantai industri mulai dari pemasok bahan baku hingga distribusi.

"Buyer global kini tidak hanya mempertimbangkan harga yang kompetitif, tetapi juga kualitas produk, ketepatan pengiriman, traceability, kepatuhan terhadap standar internasional, hingga penggunaan material yang berkelanjutan.

📰 Update Terbaru