unique visitors counter
⌂ Beranda News Prospek Ekspor Tekstil Membaik, LPEI Perkuat Dukungan Industri

Prospek Ekspor Tekstil Membaik, LPEI Perkuat Dukungan Industri

Prospek Ekspor Tekstil Membaik, LPEI Perkuat Dukungan Industri
Ilustrasi: Prospek Ekspor Tekstil Membaik, LPEI Perkuat Dukungan Industri
A A Ukuran Teks16px

Karena itu, penguatan rantai pasok menjadi kunci untuk menjaga daya saing ekspor Indonesia," ujar Anton.

Proyeksi Pertumbuhan Ekspor

Indonesia Eximbank Institute memperkirakan ekspor tekstil nasional masih akan tumbuh secara bertahap hingga 2027.

Prospek tersebut didukung membaiknya kondisi ekonomi global serta ekspektasi penurunan suku bunga internasional yang diperkirakan mampu mendorong konsumsi masyarakat dunia, termasuk terhadap produk pakaian.

Pada 2026, ekspor tekstil nasional diproyeksikan meningkat sekitar 2 persen hingga 3,2 persen.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan realisasi pertumbuhan ekspor saat ini yang berada di kisaran 1,3 persen.

Sementara pada 2027, pertumbuhan ekspor diperkirakan mencapai 3,5 persen hingga 4 persen.

Permintaan terhadap produk tekstil ramah lingkungan diperkirakan menjadi salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan tersebut, terutama di pasar premium.

Dukungan LPEI untuk Industri

Anton menilai Indonesia memiliki sejumlah keunggulan yang dapat menjadi modal untuk memanfaatkan peluang tersebut.

>>> VinFast Hadirkan Ekosistem Kendaraan Listrik Lengkap dan Program Drive Worry Free di GIIAS 2026

Selain biaya tenaga kerja yang masih kompetitif, Indonesia juga memiliki struktur industri tekstil yang relatif terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa industri tetap perlu meningkatkan produktivitas, mempercepat modernisasi mesin produksi, serta memenuhi berbagai standar keberlanjutan yang kini menjadi syarat penting dalam perdagangan internasional.

Untuk mendukung transformasi tersebut, LPEI menyediakan berbagai layanan pembiayaan dan perlindungan yang disesuaikan dengan kebutuhan eksportir.

Fasilitas tersebut meliputi pembiayaan pra-pengapalan (pre-shipment financing), pembiayaan pascapengapalan (post-shipment financing), Trade Credit Insurance (TCI) yang memberikan perlindungan terhadap risiko gagal bayar dari pembeli luar negeri, hingga Marine Cargo Insurance untuk melindungi barang selama proses pengiriman.

Langkah tersebut juga sejalan dengan arahan Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, yang sebelumnya mendorong revitalisasi industri tekstil dan alas kaki melalui penyediaan pembiayaan yang lebih terjangkau melalui Indonesia Eximbank atau LPEI.

M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
📰 Update Terbaru
stikibot