PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali mencatatkan laba bersih pada kuartal kedua tahun 2026.
Perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp252 miliar, melanjutkan tren positif dari kuartal sebelumnya yang mencapai Rp171 miliar.
>>> Ilustrasi Samsung Galaxy Buds On Bocor, Begini Tampilannya
Pencapaian ini menandai dua kuartal berturut-turut GoTo berada di zona hijau. Pertumbuhan didorong oleh akselerasi GTV inti yang melonjak 83 persen year-on-year menjadi Rp164 triliun.
Fintech GoPay Kini Jadi Kontributor Profit Utama
Kejutan terbesar dalam laporan keuangan kali ini adalah pergeseran peta kekuatan di dalam ekosistem GoTo.
Sektor Fintech (GoPay) resmi menjadi kontributor profitabilitas utama, melampaui bisnis On-demand Services (Gojek) untuk pertama kalinya dalam sejarah perusahaan.
Direktur Utama Grup GoTo, Hans Patuwo, menyatakan bahwa pencapaian ini menunjukkan kekuatan dan keseimbangan ekosistem.
"Kini, profitabilitasnya telah melebihi bisnis On-demand Services untuk pertama kalinya," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (30/7/2026).
>>> Fujifilm Rilis Varian Baru Instax Mini 99 ke RI, Kamera Analog Premium Harga Rp 3,6 Juta
Kinerja Fintech memang fenomenal.
EBITDA yang disesuaikan melonjak 447 persen YoY menjadi Rp481 miliar, didorong oleh inovasi produk pinjaman dan transaksi digital yang diminati pasar.
Nilai buku pinjaman GoTo kini telah menembus angka Rp11 triliun, tumbuh 58 persen dengan kualitas aset yang tetap terjaga stabil.
Tantangan Regulasi bagi Gojek
Di sisi lain, bisnis On-demand Services (Gojek) menghadapi tantangan regulasi. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 532 Tahun 2026 menetapkan struktur komisi baru sebesar 8 persen.
Meski aturan ini diperkirakan akan sedikit mengoreksi kontribusi ODS pada kuartal mendatang, manajemen tetap optimistis.
>>> WhatsApp Hadirkan Panggilan Langsung di Browser, Meta Perluas Inovasi Komunikasi Tanpa Aplikasi
GoTo mempertahankan target EBITDA Grup disesuaikan sekitar Rp3,2 hingga Rp3,4 triliun sepanjang tahun.

