Acara realitas terbaru ENA, "X the League", tidak menguji kemampuan rap atau kekuatan fisik para peserta, melainkan kemampuan mereka dalam berjualan dan menghasilkan uang.
Alih-alih menentukan siapa yang terbaik, acara ini justru menanyakan negara mana yang terbaik.
>>> Yuri Girls' Generation Hengkang dari SM Entertainment Setelah 19 Tahun
Konferensi pers untuk acara kompetisi baru ENA "X the League" digelar di Cube Convention Center, Mapo District, Seoul, Rabu.
Hadir dalam acara tersebut produser Lee Hye-ok serta para pemain Tiffany Young, BamBam, Noh Hee-young, dan Ki Eun-se.
Kompetisi Internasional dengan 40 Influencer
"X the League" merupakan kompetisi internasional yang menampilkan 40 influencer-seller terbaik yang terbagi dalam delapan tim nasional mewakili sembilan negara: Korea, China, Jepang, Amerika Serikat, Thailand, Vietnam, Indonesia, dan tim gabungan Singapura-Malaysia.
Para kontestan akan mempertaruhkan harga diri bangsa dan reputasi mereka dalam pertarungan penjualan sengit selama 100 hari.
Kompetisi ini menawarkan total hadiah sebesar $500.000, dengan tim pemenang mendapatkan gelar "Global No. 1 Seller".
Di antara kontestan ada Francesca Farago, yang dikenal lewat serial realitas Netflix "Too Hot to Handle", yang akan mewakili Tim AS.
Singapura akan diwakili oleh JianHao Tan, salah satu kreator konten terkemuka di Asia dengan 7,7 juta subscriber.
Tim Korea akan dipimpin oleh pakar branding terkenal Noh Hee-young sebagai pemilik tim dan aktor Ki Eun-se sebagai kapten.
Tantangan dan Harapan
Di setiap putaran, para kontestan akan menghadapi tantangan berskala besar yang mencakup seluruh spektrum belanja live streaming dan menguji kemampuan mereka dalam berjualan.
Para influencer-seller akan naik panggung untuk menguji strategi penjualan, kemampuan perencanaan konten, dan eksekusi mereka.
