Melihat kembali proses syuting, saya ingat terkesan dengan skala produksi yang sangat besar sejak awal, dan itu semakin bertambah setiap putaran," katanya.
"Saya sangat tertarik dengan konten orisinal Korea, jadi saya sangat bersemangat untuk melihat betapa inventifnya acara varietas ini nantinya."
Pembawa acara bersama BamBam mengatakan dia merasa terhormat mendapatkan kesempatan itu setelah menghabiskan beberapa tahun terakhir bekerja terutama di luar negeri.
"Perdagangan menjadi sesuatu yang tidak bisa diabaikan, dan saya bergabung karena saya ingin mempelajarinya lebih banyak sendiri," kata bintang Thailand itu.
>>> Lagu BTS 'Aliens' Mendominasi iTunes Global Setelah Penarikan dari Grammy
BamBam juga menjabat sebagai pemilik tim selain menjadi pembawa acara.
Namun, BamBam rendah hati tentang perannya: "Sejujurnya, saya tidak melakukan banyak hal. Bagi saya, ini lebih tentang belajar daripada menjadi pemilik tim."
Mempromosikan Merek Korea
Proyek berskala besar ini bertujuan untuk melampaui sekadar acara varietas bertema perdagangan yang mewah dan mempromosikan merek Korea melalui jaringan mega influencer-seller global, menurut tim produksi.
Tim berharap jaringan ini akan membuka saluran penjualan luar negeri baru bagi perusahaan Korea yang lebih kecil yang kesulitan memasuki pasar internasional.
Untuk itu, Tim Korea menghadirkan beberapa influencer terkemuka, termasuk beauty artist Sangeun Unnie, product reviewer Kkak Unnie, dan fashion expert Kkang Stylist, yang akan mengandalkan keahlian masing-masing dalam upaya memenangkan kompetisi.
"Lanskap perdagangan berubah dengan cepat.
Konsumen semakin banyak melakukan pembelian berdasarkan keaslian yang mereka lihat pada selebriti dan kreator konten, yang menginspirasi kami untuk membuat acara ini," kata Lee.
"Para kontestan yang tampil di 'X the League' bukanlah influencer biasa, melainkan tokoh-tokoh dengan basis penggemar global yang mencapai jutaan.
