Selain memperoleh layanan perbankan, mahasiswa juga mendapatkan edukasi mengenai pengelolaan keuangan pribadi selama menempuh pendidikan di luar negeri.
Materi yang diberikan mencakup pemanfaatan layanan digital untuk kebutuhan transaksi harian hingga pengelolaan anggaran secara lebih terencana.
Menurut BNI, edukasi keuangan menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian mahasiswa ketika tinggal di negara lain.
Dengan pemahaman yang memadai mengenai layanan perbankan digital, mahasiswa diharapkan dapat mengelola kebutuhan finansial secara lebih efektif.
Kolaborasi dengan PPI Hong Kong
Dukungan BNI tidak berhenti pada tahap persiapan sebelum keberangkatan. Setelah mahasiswa tiba di Hong Kong, layanan perbankan juga diperkuat melalui kehadiran kantor cabang BNI Hong Kong.
>>> Purbaya: Insentif Mobil dan Motor Listrik Segera Diumumkan Presiden
Melalui jaringan tersebut, mahasiswa akan memperoleh Kartu Debit Multicurrency Co-Branding PPI-HK yang dikembangkan bersama Persatuan Pelajar Indonesia Hong Kong.
Kartu debit tersebut telah terintegrasi dengan layanan digital BNI sehingga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan transaksi internasional, mulai dari pembayaran hingga akses layanan perbankan lainnya.
Keberadaan kartu khusus tersebut juga menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas ekosistem layanan keuangan bagi diaspora Indonesia yang tinggal maupun menempuh pendidikan di luar negeri.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan kerja sama dengan organisasi mahasiswa Indonesia di Hong Kong menjadi salah satu bentuk komitmen perusahaan dalam memperkuat layanan bagi warga negara Indonesia di berbagai negara.
"Kolaborasi dengan PPI-HK menjadi bagian dari komitmen BNI untuk terus memperkuat layanan bagi diaspora Indonesia di berbagai negara," kata Okki.
Perseroan memandang mahasiswa Indonesia merupakan bagian dari diaspora yang memiliki kebutuhan layanan keuangan berbeda dibandingkan nasabah domestik.
Karena itu, penyediaan layanan multicurrency dan akses transaksi lintas negara menjadi salah satu fokus pengembangan BNI.
