unique visitors counter
⌂ Beranda News Claude Bantu Anthropic Bangun Versi Berikutnya, 26 Persen Riset Dipimpin AI
News

Claude Bantu Anthropic Bangun Versi Berikutnya, 26 Persen Riset Dipimpin AI

Ilustrasi pengembangan model kecerdasan buatan Claude oleh Anthropic
Claude Bantu Anthropic Bangun Versi Berikutnya, 26 Persen Riset Dipimpin AI
A A Ukuran Teks16px

Anthropic menyatakan model Claude kini turut membantu perusahaan mengembangkan versi model yang lebih cerdas. Pengumuman itu disampaikan laboratorium kecerdasan buatan tersebut pada Kamis.

Claude memimpin 26 persen riset dan pengembangan model Anthropic.

Menurut perusahaan, kemampuan itu berarti Claude dapat menyelesaikan sebagian besar tugas dari perintah tingkat tinggi secara end-to-end, meski tetap dalam pengawasan manusia.

Model tersebut belum bekerja sepenuhnya otonom.

Namun sekitar 90 persen riset dan pengembangan perusahaan dilakukan dalam kolaborasi dengan Claude, yang menurut Anthropic berarti model dapat mengerjakan bagian besar pekerjaan di bawah arahan manusia yang ketat.

Dorongan transparansi di tengah seruan memperlambat AI

Pengumuman ini muncul saat sejumlah tokoh terkemuka di bidang AI, terutama CEO Anthropic Dario Amodei, menyerukan perlambatan pengembangan teknologi karena kekhawatiran keselamatan.

Anthropic menilai publik perlu mengetahui sejauh mana laboratorium frontier mengembangkan teknologi ini.

Dalam sebuah posting blog, perusahaan menyatakan pihaknya harus melakukan segala upaya untuk meminimalkan kesenjangan antara apa yang diketahui laboratorium frontier dan apa yang diketahui publik.

Langkah itu mencakup pengukuran perkembangan AI yang lebih baik, pelaporan publik, dan memberi masyarakat kesempatan menentukan cara menggunakan informasi tersebut.

Anthropic menyebut model yang mempercepat pengembangannya sendiri dapat membuat manusia lebih sulit memahami atau mengendalikan sistem tersebut.

Perusahaan berargumen bahwa berbagi metrik semacam itu dapat meningkatkan pemahaman tentang seberapa dekat laboratorium AI terkemuka mencapai recursive self-improvement, yakni kemampuan model membangun penerusnya secara otonom.

📰 Update Terbaru