unique visitors counter
⌂ Beranda News AS Cabut Visa Duta Besar Brasil sebagai Balasan atas Penolakan Visa

AS Cabut Visa Duta Besar Brasil sebagai Balasan atas Penolakan Visa

AS Cabut Visa Duta Besar Brasil sebagai Balasan atas Penolakan Visa
Ilustrasi: AS Cabut Visa Duta Besar Brasil sebagai Balasan atas Penolakan Visa
A A Ukuran Teks16px

Perez dinominasikan untuk jabatan itu pada bulan Juni, dan pejabat AS mengatakan Brasil telah memberi sinyal tidak akan menindaklanjuti penunjukan tersebut hingga setelah putaran pertama pemilu Brasil pada 4 Oktober.

Selain menunda Perez, Brasil juga menolak visa bulan lalu untuk Riley Barnes, asisten menteri luar negeri untuk demokrasi, hak asasi manusia, dan tenaga kerja, serta salah satu asisten utamanya.

Penolakan itu terjadi setelah muncul laporan bahwa keduanya akan mengkritik Lula atau proses pemilu.

>>> Diplomasi Arab Saudi untuk Hentikan Eskalasi Serangan Houthi

Departemen Luar Negeri AS membantah tuduhan tersebut dan mengatakan kunjungan mereka ke Brasilia pada 27-30 Juli bersifat rutin untuk bertemu pejabat pemerintah, pemimpin agama, dan lainnya tentang 'integritas pemilu', kebebasan beragama, dan kebebasan berekspresi.

Pemerintah Brasil tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Associated Press tentang pencabutan visa duta besar, tetapi pekan lalu seorang diplomat senior Brasil mengatakan kepada wartawan bahwa pemerintahnya memperkirakan akan ada respons dari AS.

Diplomat itu juga menyebutkan bahwa pemerintah AS telah memulai proses pengiriman Perez ke Brasilia sebelum meminta persetujuan Brasil, yang tidak sesuai prosedur diplomatik standar.

Diplomat Brasil yang sama mengatakan kepada AP pada Selasa bahwa pemerintahan Lula sedang mencoba mencari tahu mengapa pemerintah AS terburu-buru memiliki duta besar di Brasilia hanya beberapa bulan sebelum pemilu Oktober.

Posisi duta besar AS di ibu kota Brasil telah kosong sejak Trump kembali ke Gedung Putih pada Januari 2025.

Tindakan Lain AS terhadap Brasil

Lula, yang berusia 80 tahun dan mencalonkan diri untuk masa jabatan keempat sebagai presiden Brasil, akan menghadapi Senator Flávio Bolsonaro, yang ayahnya pernah menjabat presiden Brasil dan keluarganya memiliki banyak hubungan dengan pemerintahan Trump.

M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
📰 Update Terbaru
stikibot