unique visitors counter
⌂ Beranda News Trump Perpanjang Aturan Biaya Visa H-1B Rp1,6 Miliar Selama Setahun
News

Trump Perpanjang Aturan Biaya Visa H-1B Rp1,6 Miliar Selama Setahun

Ilustrasi Gedung Putih Amerika Serikat terkait kebijakan visa H-1B
Trump Perpanjang Aturan Biaya Visa H-1B Rp1,6 Miliar Selama Setahun
A A Ukuran Teks16px

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperpanjang perintah eksekutif yang memberlakukan biaya 100.000 dolar AS untuk visa non-imigran H-1B selama satu tahun lagi.

Perpanjangan itu disampaikan Gedung Putih pada Jumat, seperti dikutip kantor berita Yonhap.

Perintah awal yang dirilis September 2025 sebenarnya dijadwalkan berakhir bulan ini.

Program visa H-1B digunakan perusahaan Amerika untuk mempekerjakan tenaga ahli asing, termasuk di sektor teknologi, dengan masa kerja beberapa tahun.

Trump yang gencar menekan imigrasi mengkritik program tersebut dan ingin menaikkan biaya secara permanen dari kisaran 2.000 hingga 5.000 dolar AS menjadi minimal 100.000 dolar AS.

Namun upaya itu menghadapi tantangan hukum.

Sengketa hukum masih berjalan

Pengadilan banding di Boston sedang meninjau putusan Juni seorang hakim federal yang menilai biaya tinggi dari pemerintahan Trump ilegal dan memblokir pemerintah memungutnya.

Pengadilan lain tengah mempertimbangkan apakah seorang hakim tepat menolak gugatan Kamar Dagang Amerika Serikat, kelompok lobi bisnis terbesar di negara itu, terhadap biaya tersebut.

Aturan biaya baru itu tidak berlaku bagi visa yang diberikan kepada warga asing yang sudah berada di Amerika dengan visa pelajar.

Kelompok itu disebut menjadi bagian besar penerima H-1B baru, dan aturan tersebut juga tidak berlaku untuk perpanjangan visa yang sudah ada.

Kritik menyebut sejumlah perusahaan memakai visa ini untuk merekrut pekerja asing bergaji lebih rendah ketimbang pekerja Amerika.

Sebaliknya, kelompok bisnis dan perusahaan menilai visa ini membantu merekrut tenaga profesional berketerampilan tinggi dan mengatasi kekurangan pekerja Amerika yang memenuhi kualifikasi di sejumlah industri.

Visa yang dibentuk Kongres pada 1990 itu sangat penting bagi perusahaan teknologi yang merekrut dari India dan China.

Perubahan dalam cara calon pemegang visa diperiksa dan diproses berdampak pada rencana perekrutan serta ekspansi perusahaan.

Beberapa pengguna H-1B terbesar, seperti Alphabet, perusahaan induk Google, disebut meningkatkan operasi di India.

📰 Update Terbaru