>>> Inggris Hadapi Panen Sereal Terburuk dalam Empat Dekade
FDA mengonfirmasi telah memulai investigasi terhadap beberapa bahan pada 22 Juli sebagai respons terhadap klaster penyakit salmonella yang diidentifikasi oleh otoritas negara bagian dan CDC.
FDA mengapresiasi kerja sama Chipotle dan akan memberikan informasi tambahan jika ada pembaruan kesehatan masyarakat yang dapat ditindaklanjuti.
CDC belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.
Gejala dan Dampak Lebih Luas
Gejala keracunan salmonella meliputi diare, demam, muntah parah, dehidrasi, dan kram perut. Kebanyakan orang yang terinfeksi pulih dalam waktu seminggu.
Infeksi bisa lebih parah pada anak kecil, orang tua, dan mereka dengan sistem kekebalan lemah, yang mungkin memerlukan perawatan di rumah sakit.
Chipotle pernah diterpa wabah besar pada 2015-2018, termasuk E. coli, norovirus, dan keracunan makanan yang membuat penjualan merosot.
Perusahaan berbasis di California ini sejak itu meningkatkan praktik keamanan pangan.
Wabah salmonella terbaru datang di tengah tekanan bagi industri restoran.
Sejumlah rantai cepat saji masih berjuang menghadapi wabah cyclospora yang lebih luas terkait selada parut, yang membuat ribuan orang sakit.
Chipotle tidak terkait dengan investigasi pemerintah atas kasus cyclospora, tetapi perusahaan termasuk yang mengantisipasi penurunan penjualan akibat wabah tersebut.
>>> Optimisme Reda Ketegangan Hormuz, Bursa Asia Diprediksi Menguat
Saham Chipotle Mexican Grill anjlok hampir 10 persen pada Selasa.