Skandal keamanan pangan yang melibatkan kubis napa mengandung formaldehida di China memunculkan pertanyaan baru bagi popularitas kimchi yang sedang meningkat di Amerika Serikat.
Otoritas China mengonfirmasi bahwa kubis napa direndam dalam larutan formaldehida, zat yang diklasifikasikan sebagai karsinogen bagi manusia, untuk menjaga kesegarannya selama transportasi.
>>> PLN Corner di Festival Lapanada 2026: Ruang Konsultasi dan Edukasi Layanan Kelistrikan
Kasus ini memicu penyelidikan dan upaya untuk melacak distribusi produk yang terdampak.
Kekhawatiran langsung tertuju pada kimchi, yang bahan utamanya biasanya kubis napa.
Korea Selatan telah memperketat inspeksi kubis impor dari China dan berupaya menentukan apakah produk terkait kasus ini masuk ke negara tersebut.
Saat ini belum ada bukti bahwa kubis atau kimchi yang terkontaminasi telah mencapai AS.
Kontroversi ini muncul di tengah meningkatnya visibilitas kimchi di kalangan konsumen Amerika.
Dulu hanya ditemukan di restoran Korea dan supermarket Asia, kini kimchi menjadi makanan arus utama di AS, hadir di jaringan supermarket besar hingga burger, taco, dan hidangan lain yang jauh dari masakan tradisional Korea.
Kabar skandal ini memicu pertanyaan tentang kimchi yang dijual di toko.
Seorang pengguna Instagram bertanya, "Apakah kimchi yang dijual di toko dibuat dengan kubis itu?"
>>> Trump Ancam Ganti Nama Danau Ontario Jadi 'Lake America
Namun, bagi pembeli AS, menentukan asal kubis dalam satu stoples kimchi mungkin tidak mudah.
Kimchi Jongga yang dijual di Costco, misalnya, berlabel impor langsung dari Korea.
Tetapi varian Jongga yang dijual di Kroger dibuat di AS, dengan daftar bahan yang menyebutkan kubis napa, bubuk cabai merah, bawang putih, dan bahan lain tanpa merinci negara asalnya.