Apple dilaporkan kekurangan DRAM hanya beberapa minggu sebelum peluncuran iPhone 18. Perusahaan asal Cupertino itu pun berusaha mencari stok tambahan.
Dalam situasi sulit, Apple disebut-sebut beralih ke produsen DRAM asal China, CXMT. Namun, langkah ini tidak semudah yang dibayangkan.
>>> Lenovo Rilis Monitor Gaming 240Hz Legion 27Q-2c dengan Harga Terjangkau
Pertama, Apple harus meminta izin kepada Pemerintah Federal AS untuk membeli DRAM dari CXMT. Pasalnya, CXMT masuk dalam daftar hitam AS.
CXMT memang memasok memori ke Xiaomi dan perusahaan China lainnya. Namun, perusahaan AS memerlukan izin eksplisit untuk berbisnis dengan CXMT.
Kedua, Apple dikabarkan meminta harga lebih rendah untuk DRAM dari CXMT. Permintaan inilah yang menjadi penghambat kesepakatan.
Menurut laporan, CXMT sebenarnya bersedia bekerja sama dengan Apple.
>>> Samsung Galaxy Z Fold8 vs Z Fold8 Ultra: Pilih Bentuk atau Produktivitas?
Namun, mereka mematok harga yang sama dengan yang diberikan kepada pemasok utama Apple, seperti Micron, SK Hynix, dan Samsung.
Strategi CXMT ini dinilai masuk akal. Dalam kasus ini, CXMT memegang posisi tawar yang kuat.
Apple membutuhkan DRAM untuk iPhone 18 dan ponsel lipat pertamanya yang dirumorkan bernama iPhone Ultra.
Sementara itu, CXMT sudah memiliki kontrak jangka panjang dengan nama-nama besar seperti Xiaomi dan Huawei.
>>> Samsung Galaxy S26 FE Tembus Sertifikasi FCC, Siap Rilis Bulan Depan
Dengan demikian, Apple harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari pemerintah AS untuk membeli dari CXMT. Setelah itu, mereka juga harus membayar lebih dari yang diinginkan.

