unique visitors counter
⌂ Beranda IPTEK Motorola Patenkan Smartwatch yang Bisa Berubah Menjadi Ponsel Lipat

Motorola Patenkan Smartwatch yang Bisa Berubah Menjadi Ponsel Lipat

Motorola Patenkan Smartwatch yang Bisa Berubah Menjadi Ponsel Lipat
Ilustrasi: Motorola Patenkan Smartwatch yang Bisa Berubah Menjadi Ponsel Lipat
A A Ukuran Teks16px

Motorola tengah menjajaki bentuk perangkat baru yang radikal, yang bisa mengaburkan batas antara ponsel pintar dan perangkat wearable.

Paten yang baru-baru ini terungkap menggambarkan perangkat fleksibel yang dirancang untuk beralih dengan mulus antara penggunaan di pergelangan tangan sehari-hari dan pengalaman genggam yang lebih konvensional.

>>> Xiaomi Bawa Mijia ke India, Siap Hadirkan Perangkat Rumah Pintar

Tujuannya adalah untuk mengatasi beberapa keterbatasan dari ponsel lipat dan smartwatch tradisional.

Desain Fleksibel untuk Dua Mode

Ditemukan oleh Burnplate dan pembocor @xleaks7, paten tersebut menguraikan perangkat dengan layar lipat yang dapat berfungsi sebagai ponsel pintar dan smartwatch.

Dalam mode smartwatch, perangkat melengkung di pergelangan tangan dengan layar menghadap ke luar.

Magnet menahan kedua ujungnya dan juga memungkinkan ukuran 'gelang' disesuaikan untuk pengguna yang berbeda.

Saat dilepas dari pergelangan tangan dan diluruskan, perangkat berubah menjadi ponsel.

Untuk rasio aspek ponsel yang lebih tradisional, kedua bagian dapat dipisahkan dan disatukan kembali berdampingan.

Solusi untuk Masalah Nyata

Konsep ini mencoba memecahkan masalah nyata.

Ponsel lipat seperti seri Razr 70 terbaru Motorola menjadi lebih kecil saat ditutup, tetapi Anda masih memerlukan saku.

>>> GTA VI Tampilkan Cuplikan Lebih Panjang di Netflix Akhir Agustus

Smartwatch memberi akses konstan, namun layarnya kecil dan pengalaman aplikasinya terbatas.

Ide hibrida Motorola bertujuan untuk mendapatkan yang terbaik dari keduanya dengan memungkinkan perangkat yang sama melakukan tugas ganda tanpa memerlukan dua perangkat terpisah.

Tantangan Praktis

Meski demikian, tantangan praktisnya masih besar.

Dengan teknologi saat ini, perangkat seperti ini mungkin akan terasa tebal dan berat saat dikenakan sebagai jam tangan.

Layar ponsel multi-panel juga bisa menjadi kurang nyaman atau tahan lama dibandingkan layar lipat tunggal biasa.

Paten terutama menunjukkan apa yang sedang diteliti perusahaan secara internal, bukan rencana produk yang dikonfirmasi.

Jadi, belum jelas apakah Motorola benar-benar berencana mengubah ini menjadi produk nyata atau kapan hal itu mungkin terjadi.

Paten ini melanjutkan minat Motorola pada layar yang dapat dikonfigurasi ulang, menyusul konsep sebelumnya yang melihat faktor bentuk yang dapat ditekuk dan dibungkus.

>>> 5 Smartwatch Mirip Apple Watch di Bawah Rp2 Juta, Desain Premium dan Fitur Lengkap

Meskipun hibrida smartwatch-ke-ponsel masih spekulatif, ini menunjukkan bahwa perusahaan sedang memikirkan bagaimana perangkat pribadi dapat masuk ke dalam kehidupan sehari-hari dengan cara baru.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru
stikibot