Aktris senior Son Sook mengungkapkan bahwa ia menyumbangkan seluruh pendapatannya dari film "Spirits' Homecoming" (2016) untuk mendukung para penyintas perbudakan seksual militer Jepang.
Pengakuan ini disampaikan menjelang pemutaran ulang film tersebut dalam rangka peringatan 10 tahun.
>>> D.O. EXO Akan Tampil di Jakarta 21-22 November 2026
Dalam film itu, aktris berusia 82 tahun ini berperan sebagai Young-ok versi lanjut usia, seorang penyintas perbudakan seksual masa perang.
Film ini dijadwalkan rilis ulang secara nasional pada 26 Agustus dengan versi extended cut.
Son Sook menjelaskan alasannya menolak honor awal dan menyumbangkan seluruh bonus box office-nya.
"Karena film ini memiliki tempat yang dalam di hati saya, meminta kompensasi tidak pernah menjadi pertimbangan," kata Son Sook melalui distributor film Connect Pictures, Senin.
"Uang tidak pernah menjadi prioritas untuk proyek dengan makna yang begitu mendalam."
Son Sook juga mengenang kondisi produksi yang sulit saat itu dan memuji dedikasi sutradara Cho Jung-rae dalam menyelesaikan film.
Ia mengungkapkan kesedihan mendalam atas menurunnya jumlah penyintas yang masih hidup dalam dekade terakhir.
Saat film pertama kali tayang pada 2016, ada 47 penyintas yang terdaftar di pemerintah. Kini jumlahnya tinggal lima orang.
>>> Ha Young Minta Maaf atas Aktivitas Pro-Jepang Kakek Buyutnya
Son Sook menyesalkan banyaknya penyintas yang telah meninggal dan menyoroti makna di balik judul film.
"Saya berharap jiwa para gadis muda yang meninggal di negeri asing tanpa pernah kembali ke rumah dapat menemukan kedamaian dan terbang bebas di tempat yang lebih baik," ujarnya.
Ia mendorong generasi muda, terutama penonton berusia 20-an dan 30-an serta mereka yang melewatkan film ini sepuluh tahun lalu, untuk menonton versi extended cut di bioskop.
