Membawa power bank saat naik pesawat memang praktis, terutama untuk perjalanan jauh. Namun, banyak penumpang yang belum paham bahwa perangkat ini tidak boleh disimpan di bagasi tercatat.
Aturan ini berlaku hampir di semua maskapai dunia karena power bank menggunakan baterai lithium-ion yang berisiko terbakar jika rusak atau mengalami gangguan.
>>> Pembatasan Pertalite untuk Desil 9 dan 10: Begini Cara Pemerintah Menentukan Penerima Subsidi
Mengapa Power Bank Dilarang di Bagasi?
Larangan ini terkait dengan karakteristik baterai lithium-ion yang bisa mengalami thermal runaway. Kondisi ini membuat suhu baterai naik tak terkendali hingga memicu asap, api, atau ledakan kecil.
Meski jarang terjadi, dampaknya bisa serius jika muncul di ruang bagasi yang tidak terpantau selama penerbangan.
Data Federal Aviation Administration (FAA) mencatat ratusan insiden baterai lithium dalam dua dekade terakhir.
>>> Dhifla Wiyani Lolos Seleksi Calon Hakim Agung KY, Siap Hadapi Uji Kelayakan DPR
Insiden kebakaran pesawat Air Busan di Korea Selatan pada Januari 2025 juga menyoroti bahaya baterai lithium. Awak pesawat perlu segera mendeteksi dan menangani gangguan baterai.
Mengapa Justru Harus di Kabin?
Banyak orang mengira bagasi adalah tempat teraman untuk barang elektronik. Padahal, jika power bank korsleting di kabin, asap atau panas berlebih bisa langsung terdeteksi.
>>> Pangeran Akishino Ungkap Perasaan Campur Aduk soal Revisi Hukum Suksesi Kekaisaran Jepang
Dengan begitu, prosedur darurat dapat dilakukan sebelum situasi membahayakan. Itulah sebabnya power bank wajib dibawa ke kabin, bukan di bagasi.
