Kamera depan dan belakang dapat menangani eksposur secara independen.
Performa low-light ditingkatkan lewat aperture f/1.9 dan sistem pengurangan noise AI Super Night Scene 2.0.
>>> Apple Siap Bayar Publisher untuk Konten di Siri AI
Kamera ini juga mampu memotret foto panorama HDR 120 megapiksel, time-lapse panorama 16K, dan footage time-freeze 8K/120fps.
Perangkat ini juga mendukung perekaman video 10-bit dan D-Log M.
Dirancang untuk Aksi dan Petualangan
DJI memposisikan Osmo 360 II bukan sekadar kamera perjalanan. Perangkat ini dirancang untuk pengambilan gambar hands-free, cocok untuk aksi dari sudut tak biasa.
Pengendara motor dapat memasang kamera di motor dengan aksesori khusus dan mulai merekam dengan gestur atau perintah suara.
Untuk ski, kamera dapat merekam slow motion panorama 8K dan super slow motion hingga 64x.
Pemicu rekaman bisa dilakukan dengan memutar tongkat selfie atau gestur, dan kontrol tetap berfungsi saat memakai sarung tangan.
Kamera ini juga tahan air hingga 10 meter tanpa casing.
Dengan casing tahan air tak terlihat dari DJI, kedalaman meningkat menjadi 50 meter. Ini membuka kemungkinan rekaman 360 derajat bawah air tanpa casing besar.
Salah satu tambahan perangkat lunak menarik adalah pelacakan subjek berbasis AI. Osmo 360 II dapat mengidentifikasi subjek dan menjaganya tetap di tengah saat kamera berputar atau berubah orientasi.
Kamera ini juga mendukung pembuatan gambar sekali klik dengan AI, serta koneksi NFC sekali sentuh untuk pengaturan lebih cepat.
Untuk audio, Osmo 360 II dapat terhubung langsung ke pemancar mikrofon DJI yang kompatibel, termasuk DJI Mic 3 dan DJI Mic Mini 2, melalui OsmoAudio.
Osmo 360 II menggunakan sistem pelepas cepat magnetik dua arah dengan dudukan berulir 1/4 inci. Ini memungkinkan kamera bekerja dengan aksesori Osmo dan dudukan kamera tradisional.
>>> JBL Pulse 6 vs Pulse 5: Speaker dengan LED Lebih Baik? Ini Perbandingannya
Baterainya juga kompatibel dengan seri Osmo Action. Jika Anda memiliki kamera aksi DJI, Anda dapat berbagi aksesori dan baterai.
