unique visitors counter
⌂ Beranda News Di Balik Pertumbuhan 10% Taiwan: Warga Biasa Tak Merasakan Bonus TSMC

Di Balik Pertumbuhan 10% Taiwan: Warga Biasa Tak Merasakan Bonus TSMC

Di Balik Pertumbuhan 10% Taiwan: Warga Biasa Tak Merasakan Bonus TSMC
Di Balik Pertumbuhan 10% Taiwan: Warga Biasa Tak Merasakan Bonus TSMC
A A Ukuran Teks16px

Kesenjangan kekayaan makin lebar

Seorang karyawan supermarket di Taipei mengatakan ia mendapat upah NT$200 per jam, hanya sedikit di atas upah minimum NT$196.

"Saya tidak pernah merasakan manfaat dari booming semikonduktor," katanya.

Huang, warga Taipei berusia 60 tahun, menyesali tidak membeli saham semikonduktor lebih awal. Chen, pria berusia 50-an, pasrah: "Hanya industri semikonduktor dan elektronik yang membaik.

Yang lain tidak berubah."

Di media sosial, meme "pengemis supermarket" menjadi populer, merujuk pada orang yang mencari makanan mendekati kedaluwarsa dengan diskon.

Di sebuah toko serba ada di Taipei, rak salad dan sandwich langsung kosong setelah stiker diskon 30 persen dipasang.

Data DGBAS 2021 menunjukkan 20 persen rumah tangga terkaya memiliki kekayaan bersih rata-rata NT$51,33 juta, sedangkan 20 persen termiskin hanya NT$770.000.

Rasio kekayaan keduanya mencapai 66,9 kali, naik dari 16,8 pada 1991.

Perumahan menjadi faktor utama pelebaran kesenjangan. "Warisan dari generasi sebelumnya adalah satu-satunya cara membeli rumah.

Hampir mustahil bagi anak muda membeli rumah dengan menabung dari gaji," kata Wang dan Chen, pasangan berusia 50-an di Taipei.

Pada kuartal IV 2025, rasio harga rumah terhadap pendapatan di Taiwan mencapai 9,32 secara nasional.

Di Taipei, rasionya 14,62, artinya butuh lebih dari 14 tahun untuk membeli rumah dengan menabung seluruh pendapatan.

Agen properti Daniel Lee di Distrik Da'an mengatakan harga rumah naik signifikan dalam lima tahun.

>>> Daftar HP Samsung Kamera Mumpuni di Bawah Rp5 Juta untuk 2026

Sewa juga ikut melonjak, dari NT$20.000 menjadi NT$40.000 per bulan untuk apartemen tiga kamar tua.

Mereka yang tak mampu membayar sewa mahal terpaksa tinggal di kamar atop bangunan tua.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru
stikibot