unique visitors counter
⌂ Beranda News Di Balik Pertumbuhan 10% Taiwan: Warga Biasa Tak Merasakan Bonus TSMC

Di Balik Pertumbuhan 10% Taiwan: Warga Biasa Tak Merasakan Bonus TSMC

Di Balik Pertumbuhan 10% Taiwan: Warga Biasa Tak Merasakan Bonus TSMC
Di Balik Pertumbuhan 10% Taiwan: Warga Biasa Tak Merasakan Bonus TSMC
A A Ukuran Teks16px

Seorang pria yang mengelola kafe di pusat kota Taipei mengaku sengaja pindah antar kamar atop karena sewa lebih murah NT$10.000 per bulan.

Berbagi hunian juga menjadi pilihan.

"Jika sewa rumah tiga kamar NT$40.000, tiga atau empat orang berbagi biaya, masing-masing sekitar NT$10.000," kata seorang pria di Taipei.

Taipei sering disebut "kuning telur", sementara daerah sekitarnya seperti New Taipei City disebut "putih telur".

Luo, 45, yang tinggal di Yingge, New Taipei City, mengaku butuh lebih dari 30 menit ke Taipei, tapi biaya hunian lebih rendah.

Namun, harga di "putih telur" juga mulai naik.

Seorang pria yang bekerja di Taipei membeli rumah tiga tahun lalu seharga NT$450.000 per 3,3 meter persegi, kini nilainya mencapai NT$900.000.

Mereka yang tak mampu membeli rumah terdorong ke daerah "kulit telur".

Chang Ying-hui, profesor di National Chengchi University, mengatakan warga dihadapkan pada pilihan sulit: bayar lebih untuk tinggal di Taipei atau kehilangan akses pekerjaan.

Masa depan suram di luar semikonduktor

Ekonomi Taiwan dinilai rapuh karena terlalu bergantung pada beberapa sektor.

Pada 2025, ekspor Taiwan mencapai US$640,7 miliar, menjadikannya eksportir terbesar ke-12 dunia, naik dari peringkat 16.

Komponen elektronik serta produk informasi, komunikasi, dan audiovisual menyumbang US$474 miliar atau sekitar 74 persen dari total ekspor.

Ini menunjukkan ketergantungan besar pada semikonduktor, server, dan komputer.

Kementerian Keuangan Taiwan menyatakan negara itu mampu meningkatkan pangsa ekspor berkat posisi terdepan di semikonduktor dan ICT, memanfaatkan peluang dari booming AI.

Konsumsi dan investasi mulai pulih tahun ini, dan sektor manufaktur nonteknologi menunjukkan tanda pemulihan. Namun, kesenjangan pertumbuhan dan upah antara industri tradisional dan teknologi tinggi tetap lebar.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru
stikibot