unique visitors counter
⌂ Beranda News Utusan AS Kushner Temui Pemimpin Hamas untuk Dorong Peta Jalan Gaza

Utusan AS Kushner Temui Pemimpin Hamas untuk Dorong Peta Jalan Gaza

Utusan AS Kushner Temui Pemimpin Hamas untuk Dorong Peta Jalan Gaza
Utusan AS Kushner Temui Pemimpin Hamas untuk Dorong Peta Jalan Gaza
A A Ukuran Teks16px

Penandatangan lainnya termasuk Yordania, Pakistan, Indonesia, dan mediator gencatan senjata.

Pernyataan para menteri luar negeri itu juga menyerukan Dewan Perdamaian dan AS untuk mengambil 'langkah-langkah segera dan konkret' untuk mencegah pihak mana pun menghalangi implementasi rencana tersebut.

Pertemuan Kushner dengan pemimpin Hamas bertujuan memastikan komitmen kelompok militan terhadap peta jalan, terutama pelucutan senjata, sebelum pertemuannya dengan Netanyahu, kata pejabat regional.

Pejabat Hamas mengatakan kelompok itu berkomitmen dan menunggu mediator memulai periode negosiasi 14 hari untuk menyusun jadwal implementasi.

>>> Beda BLT Kesra dan BLT Dana Desa: Alokasi hingga Mekanisme

Periode itu mensyaratkan persetujuan semua pihak terhadap peta jalan untuk memulai.

Pejabat Hamas juga mengatakan pemimpin Hamas menuntut Israel menghentikan serangan di Gaza dan mundur ke apa yang disebut 'garis kuning' yang membagi wilayah itu sebelum mulai menerapkan peta jalan.

Garis kuning tidak pernah didefinisikan secara tepat.

Pasukan Israel telah melampaui garis itu dan kini menguasai sekitar 60 persen Gaza.

Pada bulan Mei, Netanyahu mengatakan langkah berikutnya adalah bergerak ke 70 persen kontrol, dengan Israel 'memperketat cengkeraman' pada Hamas 'dari segala arah.'

Gedung Putih pada Minggu mengalihkan pertanyaan tentang pertemuan itu ke Dewan Perdamaian, yang tidak segera berkomentar.

Institut Tony Blair juga tidak berkomentar.

Di bawah peta jalan, Hamas akan menyerahkan senjata kepada komite teknokrat Palestina yang dimaksudkan untuk mengawasi operasi sehari-hari di wilayah itu.

Komite itu belum masuk ke Gaza.

Tetapi Hamas telah mengaitkan penyerahan senjata terberatnya dengan pembentukan negara Palestina, sesuatu yang ditolak pemerintah Israel saat ini.

Peta jalan itu melibatkan Hamas secara bertahap melepaskan senjatanya sementara pasukan Israel menghentikan serangan dan mulai mundur dari Gaza.

Tetapi Netanyahu mengatakan Israel tidak akan mundur dari posisi apa pun di Gaza sampai Hamas dilucuti sepenuhnya.

>>> Hari Palang Merah Sedunia 2026: Refleksi Nilai Kemanusiaan

Sikap itu membuat elemen lain dari gencatan senjata, termasuk rekonstruksi dan penempatan pasukan internasional untuk memisahkan pasukan Israel dari area yang dikuasai komite, ditunda.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru
stikibot