unique visitors counter
⌂ Beranda News Militer Israel Selidiki Pembunuhan Hind Rajab dan 15 Paramedis di Gaza
News

Militer Israel Selidiki Pembunuhan Hind Rajab dan 15 Paramedis di Gaza

Militer Israel Selidiki Pembunuhan Hind Rajab dan 15 Paramedis di Gaza
Militer Israel Selidiki Pembunuhan Hind Rajab dan 15 Paramedis di Gaza
A A Ukuran Teks16px

Juru bicara Bulan Sabit Merah, Eid Azizi, mengatakan, 'Kami tidak wajib membuktikan kebenaran karena sudah terbukti ke seluruh dunia.

Kami tidak akan sampai di titik ini jika mereka menghormati hukum humaniter internasional.'

Nenek Hind, yang juga bernama Hind Rajab, mengatakan penyelidikan Israel tidak cukup dan menuntut penyelidikan internasional.

>>> Puncak Kemarau 2026: Agustus Paling Luas, Ini Wilayah yang Perlu Waspada

Direktur Yayasan Hind Rajab, Dyab Abou Jahjah, menyebut penyelidikan militer sebagai 'sandiwara untuk memutihkan pelaku, bukan menghukum mereka'.

Bulan Sabit Merah Palestina juga menuntut penyelidikan internasional.

Kampanye Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 73.000 orang, termasuk puluhan ribu wanita dan anak-anak, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Kelompok hak asasi dan komisi PBB menyebut kampanye itu genosida dan tentara Israel melakukan kejahatan perang, termasuk penggunaan kekuatan sembarangan dan pembunuhan warga sipil yang disengaja.

Israel membantah tuduhan genosida dan kejahatan perang, mengatakan menargetkan Hamas setelah serangan 7 Oktober 2023.

Israel menyalahkan Hamas atas kematian warga sipil karena kelompok itu beroperasi di daerah padat penduduk.

Pernyataan Rabu tidak menyebut banyak pembunuhan berprofil tinggi lain yang dijanjikan Israel untuk diselidiki, seperti serangan di rumah sakit Gaza selatan yang menewaskan lima jurnalis pada Agustus 2025.

Militer memutuskan tidak menyelidiki serangan April 2024 yang menghantam konvoi World Central Kitchen, menewaskan tujuh staf.

Militer mengatakan individu dalam kendaraan salah diidentifikasi sebagai militan Hamas, tetapi keputusan komandan 'tidak menimbulkan kecurigaan pelanggaran kriminal'.

World Central Kitchen menyebut akun militer tidak benar, 'menggabungkan timeline dan peristiwa berbeda, mengaburkan cerita, dan mengalihkan kesalahan'.

Militer juga tidak mengambil tindakan kriminal atas pembunuhan empat staf Doctors Without Borders dalam dua insiden terpisah.

Penyelidik militer akan menyajikan temuan ke jaksa militer, yang dapat memutuskan melanjutkan penyelidikan, mendakwa tentara, atau menolak tuduhan.

Tal Steiner dari kelompok hak asasi HaMoked mengatakan tindakan apa pun akan memakan waktu lama, dan dakwaan sangat jarang.

Analisis Yesh Din menunjukkan hanya 0,17 persen penyelidikan militer selama tiga operasi Gaza 2014-2022 menghasilkan penuntutan.

Perang dimulai 7 Oktober 2023 ketika militan pimpinan Hamas menewaskan 1.200 orang di Israel selatan dan menculik 251 lainnya.

>>> Jadwal GIIAS Surabaya 2026: 26-30 Agustus, Tiket Mulai Rp15 Ribu

Serangan Israel berlanjut di Gaza sejak gencatan senjata Oktober, menewaskan sedikitnya 1.270 orang, menurut Kementerian Kesehatan.

📰 Update Terbaru
stikibot