Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah DKI Jakarta belum mampu mengusir polusi.
Pada Kamis, 20 Agustus 2026 siang, kualitas udara Jakarta justru memburuk dan menempati posisi kedua sebagai kota dengan udara terburuk di dunia.
>>> Jadwal GIIAS Surabaya 2026: 26-30 Agustus, Tiket Mulai Rp15 Ribu
Berdasarkan pantauan situs IQAir pukul 12.00 WIB, Indeks Kualitas Udara (AQI) Jakarta menembus angka 161.
Polusi didominasi polutan PM2.5 dengan konsentrasi 70 mikrogram per meter kubik, masuk kategori tidak sehat bagi semua kelompok.
Tingkat polusi Jakarta hari ini melampaui kota-kota dengan masalah udara kronis seperti New Delhi, Beijing, dan Dhaka.
IQAir memprediksi kondisi tidak sehat ini bertahan hingga sore.
AQI diperkirakan 157 pada pukul 13.00 WIB, turun ke 155 pada pukul 14.00–15.00 WIB, lalu naik ke 158 pada pukul 16.00 WIB.
>>> IEE Series 2026 Siap Digelar di JIExpo Jakarta, Targetkan 75.000 Pengunjung
Kondisi diperberat suhu 31 derajat Celsius, kelembapan 53 persen, dan angin lambat 9 km/jam.
Keluhan Pekerja Lapangan
Buruknya kualitas udara yang tak kunjung membaik mengundang keluhan pekerja luar ruangan. Hamdan, 36 tahun, pengemudi ojek online, mengaku langit Jakarta masih kusam dan berdebu.
"Hujan memang sempat turun, tapi setelah itu udara masih terasa kotor dan langit berkabut. Kami yang setiap hari di jalan paling merasakan dampaknya," ujarnya.
Rinda, 26 tahun, jurnalis yang kerap meliput di luar ruangan, menilai penanganan polusi tidak boleh hanya isu musiman.
>>> Serangan Rudal Rusia di Kyiv Tewaskan 6 Orang, 33 Terluka
"Perlu langkah lebih serius dari pemerintah untuk mengendalikan polusi Jakarta," tegasnya.
