Kejuaraan tinju amatir Rakyard Rumble Piala Panglima TNI 2026 resmi digelar di Bengkel Cafes SCBD, Jakarta, pada Minggu (4/10/2026).
Kompetisi ini mempertemukan 60 petinju yang terdiri atas 50 mahasiswa dan 10 prajurit TNI.
Sebelum naik ring, para atlet menjalani penimbangan badan di Lantai 16 Gedung FX Senayan, Jakarta, pada Sabtu (3/10/2026).
Ajang ini diinisiasi promotor Mario Tito Tampubolon yang bekerja sama dengan TNI Angkatan Darat serta Pengprov Perbati DKI Jakarta.
Hadiah dan Sabuk Khusus
Panitia menyediakan total hadiah pembinaan senilai Rp 100 juta bagi para pemenang.
Petinju terbaik akan membawa pulang Rp 10 juta, sedangkan peraih predikat Petinju Harapan dan Petinju Favorit masing-masing memperoleh Rp 5 juta.
Selain Piala Panglima TNI, panitia membagikan dua sabuk khusus sesuai latar belakang peserta.
Sabuk Panglima TNI dialokasikan untuk petinju dari unsur prajurit TNI, sementara Sabuk Rakyard Rumble diperuntukkan bagi peserta kategori mahasiswa.
Mario Tito menyampaikan terima kasih kepada Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto atas kepercayaan yang diberikan.
Ia juga mengapresiasi dukungan Perbati DKI Jakarta dalam menyukseskan Rakyard Rumble Piala Panglima TNI 2026.
Kejuaraan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 TNI.
Misi Pembinaan Atlet Muda
Penyelenggaraan kejuaraan mengemban dua misi utama.
Pertama, menjadi wadah penyaluran bakat mahasiswa yang ingin meniti karier profesional di cabang olahraga tinju hingga tingkat internasional.
Kedua, mengenalkan berbagai kemudahan fasilitas negara bagi pelajar dan mahasiswa yang berhasil mencatatkan prestasi olahraga.
Mario menyebut fasilitas bagi atlet berprestasi cukup banyak, mulai dari beasiswa, menjadi ASN, prajurit TNI, hingga anggota Polri.
Ia menekankan atlet harus tetap menekuni pendidikan agar ke depan menjadi SDM unggul, bukan hanya di olahraga tetapi juga dalam karier pendidikannya.
Menurut Mario, prestasi di arena olahraga tidak seharusnya membuat atlet mengesampingkan jalur pendidikan formal.
Pendidikan dinilai menjadi sarana penting yang membantu atlet meraih berbagai fasilitas pemerintah setelah menyelesaikan masa karier keolahragaan.
