Militer Israel pada Rabu (20/8) mengumumkan penyelidikan kriminal pertama terhadap perilaku tentaranya di Gaza, fokus pada pembunuhan Hind Rajab (5) dan 15 paramedis Palestina.
Namun, militer memutuskan tidak menyelidiki tiga serangan lain yang menewaskan pekerja bantuan dari World Central Kitchen dan Doctors Without Borders.
>>> Jakarta Peringkat Kedua Udara Terburuk Dunia, Hujan Tak Berdaya
Militer menyatakan telah meninjau 150 insiden perilaku tentara di Gaza dan membuat keputusan pada lima kasus.
Kronologi Pembunuhan Hind Rajab
Hind Rajab tewas pada Februari 2024 setelah terjebak dalam mobil bersama kerabatnya yang tewas, memohon bantuan lewat telepon sebelum akhirnya dibunuh.
Militer mengakui telah menembaki mobil yang membawa Hind, empat sepupunya, bibi, dan pamannya saat mereka melarikan diri dari invasi Israel di Kota Gaza.
Sepupu Hind, Layan Hamada (15), menelepon pusat paramedis Bulan Sabit Merah Palestina, melaporkan keluarganya tewas, sebelum suara tembakan terdengar dan teriakan berhenti.
Paramedis mengirim ambulans untuk menyelamatkan Hind dan tetap berhubungan sampai kontak hilang.
Hind, lima kerabatnya, dan dua paramedis dari ambulans ditemukan tewas 12 hari kemudian.
Militer mengakui telah menembaki ambulans tersebut, menewaskan dua paramedis.
Pembunuhan 15 Paramedis
Dalam kasus lain, pasukan Israel menembaki ambulans yang menjemput korban di Rafah, lalu menembaki kendaraan darurat lain yang datang mencari yang pertama.
Lima belas paramedis dan petugas tanggap darurat dari Bulan Sabit Merah dan Pertahanan Sipil Gaza tewas.
Pasukan kemudian membuldoser jenazah dan kendaraan, menguburnya dalam kuburan massal.
Awalnya militer mengaku menembak karena kendaraan 'bergerak mencurigakan', tetapi mundur setelah rekaman menunjukkan tim melaju pelan dengan lampu darurat menyala dan logo terlihat.
Seorang wakil komandan diperintahkan mundur atas pembunuhan tersebut.

