Savi Arvey, direktur kebijakan di Human Rights First, mengatakan AS sejak Mei telah "secara sistematis" mendeportasi warga Meksiko ke Honduras dan Guatemala.
Organisasi itu mengonfirmasi deportasi sekitar 200 warga Meksiko ke Honduras.
Pengalaman Deportasi
Seorang deportasi bernama Arturo Trejo, dalam wawancara dengan Telemundo dari kampung halamannya di Meksiko, menceritakan bahwa ia termasuk di antara puluhan warga Meksiko yang diterbangkan dari AS ke Honduras sebelum dipulangkan ke Meksiko.
"Mereka tidak memberi tahu kami apa pun, hanya menyuruh naik pesawat," kata Trejo.
Andrew Selee, presiden Migration Policy Institute yang berbasis di Washington, mengatakan alasan AS mendeportasi warga Meksiko ke Amerika Tengah masih belum jelas.
Praktik ini tidak pernah terjadi secara sistematis sebelum tahun ini.
"Tidak jelas apakah ini warga Meksiko yang memiliki kekhawatiran perlindungan di negara asal atau administrasi hanya melakukan ini untuk menghukum," ujarnya.
Ana Maria Mendez, direktur Amerika Tengah di kelompok hak migran WOLA, mencatat taktik pengalihan ini membuat migran tidak yakin akan tujuan mereka dan apakah hak-hak mereka akan dilindungi.
Ia juga menunjuk pada laporan serupa tentang warga Nikaragua yang dideportasi ke Honduras.
>>> Harga Emas Antam 21 Agustus 2026 Stagnan di Rp2.725.000, Buyback Rp2.585.000
"Apa yang kita lihat tampaknya bagian dari tren yang lebih luas menuju kebijakan imigrasi AS yang sangat keras, di mana mereka berusaha menanamkan teror dan ketakutan pada migran dengan segala cara," kata Mendez.
