unique visitors counter
⌂ Beranda News Misteri 'Ghosting'-nya Bos Restoran Korea Son Ga: Terjerat Kasus Berat, Rumah Mewah Ditinggalkan dan Imigrasi Pasang Perangkap
News

Misteri 'Ghosting'-nya Bos Restoran Korea Son Ga: Terjerat Kasus Berat, Rumah Mewah Ditinggalkan dan Imigrasi Pasang Perangkap

Misteri 'Ghosting'-nya Bos Restoran Korea Son Ga: Terjerat Kasus Berat, Rumah Mewah Ditinggalkan dan Imigrasi Pasang Perangkap
Son ga • Instagram
A A Ukuran Teks16px

Narasi Pembelaan di Tengah Tuduhan Berat

Di tengah hilangnya sang bos, Adi mencoba memainkan peran sebagai pembela. Ia memberikan narasi yang cukup kontroversial di tengah gravitasi laporan polisi yang dibuat oleh dua korban, yakni MAD (28) dan seorang ART berinisial SUF (24).
 
Para korban dalam laporannya mendeskripsikan pengalaman traumatis yang mengerikan. Mereka menyebutkan adanya praktik pemaksaan konsumsi minuman keras sebagai modus operandi sebelum aksi pelecehan terjadi, baik di area restoran maupun di kediaman pribadi SSY.
 
Namun, Adi membantah mentah-mentah. "Beliau tidak salah seratus persen. Di sini beliau tidak punya teman yang bantu, jadi belum tahu posisinya di mana. Kalau kejadian itu benar ada, cuma di sini Pak Son tidak 100 persen salah," klaim Adi.
 
Bahkan, ketika disinggung soal tuduhan pemaksaan miras, Adi menegaskan, "Pak Son tidak pernah memaksa. Kalau yang diajak tidak mau, ya sudah. Saya selaku sopir pribadi memastikan tidak ada yang namanya pelecehan atau pencabulan di resto maupun di rumah pribadinya. Sama sekali tidak ada."
 

Dugaan Motif Gaji dan Bahaya Victim Blaming

Pernyataan Adi yang mencoba membelokkan narasi menjadi sorotan aktivis perlindungan perempuan. Adi menduga bahwa laporan MAD dan SUF ke Polrestabes Surabaya didasari oleh motif ekonomi, bukan murni akibat trauma pelecehan.
 
"Kalau korbannya laporan ke polisi, dugaan kemungkinan karena gajinya kurang cukup di sini, atau mungkin ada masalah pribadi lainnya," ujar Adi berspekulasi.
 
Narasi ini dinilai berbahaya oleh para pengamat sosial. Upaya menghubungkan laporan pelecehan seksual dengan masalah gaji adalah bentuk klasik dari victim blaming (menyalahkan korban). Hal ini dikhawatirkan akan membungkam suara korban lain di industri kuliner yang mungkin mengalami hal serupa namun takut melapor karena takut dikaitkan dengan masalah finansial.
 
Hingga kini, klaim bahwa laporan polisi hanyalah "masalah gaji" belum memiliki dasar pembuktian hukum yang kuat dan cenderung melemahkan kredibilitas laporan korban yang telah didukung visum dan saksi.
 

📰 Update Terbaru