Rumah Mewah Kosong dan Jerat Imigrasi
Dampak dari menghilangnya SSY juga terlihat jelas di kehidupan pribadinya. Rumah mewah milik SSY di Perumahan Graha Famili Blok O, Wiyung, Surabaya, kini dilaporkan dalam keadaan kosong melompong.
"Saya sekarang diberi tanggung jawab tambahan untuk menjaga keamanan, termasuk area parkir di restoran. Sejak awal Agustus, beliau tidak pernah kelihatan di rumah maupun resto," pungkas Adi.
Sementara SSY bermain petak umpet, aparat hukum tidak tinggal diam. Imigrasi Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Surabaya telah menerbitkan Surat Pencegahan (Surpeg) atau Stop Overlist (SOI) terhadap SSY. Langkah tegas ini diambil untuk memastikan terduga pelaku tidak dapat melarikan diri ke luar negeri, menutup semua celah bagi SSY untuk menghindari proses peradilan.
Menunggu Keadilan bagi Pekerja Kuliner
Kasus Son Ga ini meninggalkan duka mendalam bagi para karyawan yang masih bertahan. Suasana kerja yang seharusnya profesional kini berubah menjadi tegang dan penuh ketidakpastian. Mereka terjebak di antara loyalitas pada bisnis dan rasa takut akan keselamatan diri.
Publik Surabaya kini menanti kejelasan dari Polrestabes Surabaya. Kasus ini bukan sekadar tentang satu individu yang menghilang, melainkan momentum evaluasi serius mengenai perlindungan hak-hak asasi pekerja di industri restoran.
Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi langsung kepada SSY via WhatsApp dan panggilan telepon tidak mendapatkan respons. Sang bos memilih bungkam, namun hukum dan kebenaran tidak akan pernah bisa dibungkam selamanya.