>>> Daftar Grup Sawit Terbesar di Indonesia: Sinar Mas, Salim, Wilmar, dan Musim Mas
Risiko Serangan ke Negara Teluk
Iran telah mengancam akan membalas negara tetangga yang ikut serta dalam upaya AS untuk mencekik ekonomi Iran dengan kekuatan "gempa bumi".
Iran telah berulang kali menargetkan negara-negara Teluk dan Yordania selama perang, terutama berfokus pada pangkalan AS tetapi juga mengenai infrastruktur energi dan target lainnya.
Serangan yang lebih intensif yang menargetkan fasilitas minyak atau gas hulu dapat semakin mendorong harga energi.
Hal itu dapat menimbulkan kerusakan politik bagi pemerintahan Trump dan mungkin lebih sulit untuk dipulihkan daripada serangan terhadap pelayaran.
Menargetkan pembangkit listrik dan pabrik desalinasi air di wilayah yang panas dan gersang juga akan menjadi risiko besar bagi monarki Teluk yang bersekutu dengan AS.
Serangan Siber dan Operasi Terselubung
Meskipun negara-negara Barat berada di luar jangkauan amunisi utama Iran, Garda Revolusi secara historis bersedia mencari cara alternatif untuk menyerang.
Pada hari Senin, Inggris mengatakan peretas yang terkait dengan Iran telah mematikan stasiun listrik kecil.
Sementara itu, pejabat AS mengatakan Teheran kemungkinan berada di balik serangan siber pada pabrik air di Minnesota.
Iran belum berkomentar mengenai tuduhan tersebut.
Dinas keamanan Barat juga menuduh Iran merekrut warga lokal untuk melakukan serangan atau upaya pembunuhan di Barat.
>>> AS Usulkan Biaya Visa H-1B Baru Lebih dari Rp1,6 Miliar
Iran telah membantah tuduhan itu.