unique visitors counter
⌂ Beranda News Iran dan Oman Bahas Koridor Sementara di Selat Hormuz dan Pembersihan Ranjau
News

Iran dan Oman Bahas Koridor Sementara di Selat Hormuz dan Pembersihan Ranjau

Iran dan Oman Bahas Koridor Sementara di Selat Hormuz dan Pembersihan Ranjau
Iran dan Oman Bahas Koridor Sementara di Selat Hormuz dan Pembersihan Ranjau
A A Ukuran Teks16px

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr al-Busaidi bertemu di Teheran pada Selasa (26/8).

Keduanya membahas kerangka kerja untuk koridor transit sementara melalui Selat Hormuz dan proyek pembersihan ranjau di perairan tersebut.

>>> Rekening Mas Botok Pati Diblokir: Benarkah karena Judi Online? Ini Fakta dari Polda

Pernyataan bersama yang dibagikan Oman menyebutkan bahwa mereka membahas "kerangka bertahap yang dapat menjadi dasar praktis dan dapat diimplementasikan untuk bergerak maju".

Kerangka itu mencakup pembentukan koridor navigasi sementara bersama melalui Selat Hormuz dan kesepakatan untuk melaksanakan proyek bersama membersihkan ranjau di selat tersebut.

Dalam unggahan di X setelah pertemuan, Albusaidi menyatakan harapannya agar kedua negara "segera mengumumkan" koridor sementara di selat itu.

"Pengelolaan selat di masa depan dan solusi permanen akan menyusul," tulisnya.

Negosiasi teknis akan terus berlanjut untuk menentukan "koridor navigasi permanen dan administrasi masa depan Selat, serta mekanisme berbagi informasi, manajemen lalu lintas, dan penyediaan layanan navigasi dan keamanan terkait".

Kedua pihak menekankan pentingnya mengadakan diskusi bersama dengan negara-negara yang berbatasan dengan Teluk.

Pengumuman ini muncul saat Presiden AS Donald Trump mengulangi klaim di Truth Social bahwa "semua ranjau telah disingkirkan dan/atau diledakkan dari Perairan Internasional Selat Hormuz", mengutip Angkatan Laut AS.

>>> Ayu Ting Ting Buka Suara soal Pernikahan Kedua, Ini Syarat untuk Kevin Gusnadi

Trump menambahkan, "Iran telah diberitahu bahwa kapal atau perahu apa pun yang menempatkan ranjau baru akan segera dan secara sistematis dihancurkan...

Ada kebijakan tanpa toleransi terhadap penempatan ranjau yang berlaku penuh."

Perang meletus setelah Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari, dengan Teheran segera memblokade Selat Hormuz dan Washington memberlakukan blokade laut balasan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Lalu lintas di selat itu masih sebagian besar lumpuh, mengganggu pasar minyak global di jalur air penting yang biasanya membawa sekitar seperlima ekspor minyak dan gas alam cair dunia.

Iran dan Oman, yang sama-sama negara pantai di selat itu, telah berminggu-minggu membahas masa depan navigasi melalui perairan tersebut.

Teheran mengatakan koordinat geografis dari rute yang direncanakan kedua negara "telah disepakati".

>>> Oman dan Iran Sepakati Jalur Pelayaran Sementara di Selat Hormuz

Namun, pejabat Iran menegaskan bahwa selat itu tidak akan sepenuhnya dibuka kembali sampai AS memenuhi tuntutan Teheran, termasuk mencabut blokade laut, menghentikan sanksi minyak, dan membekukan aset di luar negeri.

📰 Update Terbaru